Kebangkitan Sang Ikon: Rick Owens dan Adidas Kembali Berduet Setelah Satu Dekade Hiatus
Senin, 29 Jun 2026 19:05 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah kepungan hawa panas yang menyengat kota Paris, sebuah kejutan besar justru mendinginkan dahaga para pecinta mode dunia. Kerumunan yang memadati halaman Palais de Tokyo pada Kamis (25/6/2026) menjadi saksi bisu kembalinya sebuah kolaborasi legendaris yang sempat terkubur selama sepuluh tahun. Rick Owens dan Adidas akhirnya resmi mengakhiri masa hiatus panjang mereka lewat panggung spektakuler Menswear Spring-Summer 2027.
Menghadiri gelaran Paris Fashion Week di tengah suhu yang menyentuh angka 40 derajat Celcius tentu membutuhkan daya tahan ekstra. Namun, rasa lelah para tamu undangan seketika luruh saat model pertama melangkah keluar. Ada sesuatu yang sangat familiar namun terasa baru: tiga garis putih ikonik yang kini menyatu dengan siluet gelap nan dramatis khas sang desainer kontroversial tersebut.
Nostalgia yang Mengubah Lanskap Fashion
Bagi industri mode, relasi antara Rick Owens dan Adidas bukan sekadar kerja sama biasa. Sejak debut pertama mereka bertahun-tahun silam, duet ini dianggap sebagai pelopor yang mendobrak sekat antara kemewahan luxury fashion dengan fungsionalitas merek olahraga. Setelah sempat berpisah pada 2017, kemunculan kembali kolaborasi ini terasa seperti sebuah reuni akbar yang emosional sekaligus provokatif.
Alih-alih hanya menggali arsip lama, Owens justru membawa visi futuristik yang lebih liar. Ia mengeksplorasi estetika avant-garde miliknya dan memadukannya dengan teknologi mutakhir dari Adidas. Hasilnya bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah pernyataan seni yang fungsional.
Inovasi Climacool di Tengah Gelombang Panas
Salah satu sorotan utama dalam peragaan ini adalah jaket training hitam dengan volume yang luar biasa dramatis. Di balik siluetnya yang eksentrik, Owens menyematkan teknologi Adidas Climacool. Uniknya, jaket tersebut dilengkapi fitur serupa sistem kipas internal yang menjaga sirkulasi udara tetap mengalir, membuat busana tetap mengembang sekaligus memberikan hawa sejuk bagi si pemakai.
Inovasi ini terasa sangat relevan dan menjadi jawaban jenius bagi para model yang harus beraksi di bawah terik matahari Paris yang ekstrem. Owens seolah membuktikan bahwa desain pakaian tidak hanya harus terlihat indah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan alam.
Interpretasi ‘Gila’ pada Siluet Sneakers
Bukan Rick Owens namanya jika tidak melakukan dekonstruksi pada alas kaki. Dalam kolaborasi ini, ia memberikan interpretasi baru yang radikal terhadap sepatu lari Adizero Adios Pro Evo. Dengan sentuhan tangannya, bagian midsole Lightstrike Pro bertransformasi menjadi lebih tinggi hingga tiga kali lipat dari versi orisinalnya.
Kehadiran sneakers terbaru ini memperlihatkan betapa Adidas memberikan kebebasan kreatif penuh bagi Owens untuk berekspresi. Momentum reuni ini juga terasa semakin signifikan karena bertepatan dengan euforia menyambut Piala Dunia 2026, di mana semangat olahraga sedang berada di puncaknya.
Kembalinya Rick Owens ke pelukan Adidas bukan hanya sekadar urusan bisnis, melainkan penegasan kembali bahwa batasan antara olahraga, teknologi, dan seni tingkat tinggi kini semakin tipis dan tak terbatas.