Kisah Pilu Summer Roberts: Bertahan di Balik Beban 25 Kg Akibat Kondisi Langka Macromastia
Minggu, 28 Jun 2026 16:36 WIB
Kabarmalam.com — Memiliki fisik yang proporsional tentu menjadi impian banyak orang, namun bagi Summer Roberts, tubuhnya justru menjadi sumber penderitaan fisik dan mental yang mendalam. Wanita berusia 28 tahun asal Glasgow, Skotlandia ini harus menjalani hari-harinya dengan beban luar biasa setelah didiagnosis mengidap Macromastia, sebuah kondisi medis langka yang menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara secara ekstrem dan tidak terkendali.
Bayangkan saja, dengan tinggi badan yang hanya mencapai 150 sentimeter, Summer harus menopang berat payudara yang diperkirakan mencapai 25 kilogram. Ketidakseimbangan ini bukan sekadar persoalan estetika, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan wanita tersebut. Setiap langkah yang ia ambil disertai rasa nyeri punggung kronis, kelelahan yang luar biasa, hingga gangguan pernapasan akibat tekanan masif pada rongga dadanya.
Awal Mula Perjuangan dan Kelainan Hormonal
Penderitaan Summer dimulai jauh sebelum ia dewasa. Sejak usia tujuh tahun, ia menyadari ada yang tidak beres dengan pertumbuhan tubuhnya. Saat teman-teman sebayanya masih menikmati masa kecil, Summer sudah harus menghadapi pertumbuhan payudara yang sangat pesat. Lonjakan pertumbuhan yang paling drastis terjadi saat ia memasuki usia 22 hingga 24 tahun, tepat setelah ia menyelesaikan studinya di bangku kuliah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa jaringan payudara Summer memiliki sensitivitas yang abnormal terhadap hormon. Hal inilah yang memicu pertumbuhan jaringan yang sulit dihentikan secara alami. Dampaknya sangat fatal bagi struktur tubuhnya; tekanan berat yang terus-menerus membuat tulang belakang Summer mengalami kelengkungan atau deformitas. Ia bahkan sempat menjalani operasi korektif untuk mencoba memperbaiki posisi tulang belakangnya yang mulai membengkok.
Tantangan Medis dan Penolakan Operasi
Dalam upaya memperbaiki kualitas hidup, Summer tidak tinggal diam. Ia diketahui telah mengajukan permohonan operasi pengecilan payudara sebanyak enam kali. Namun, harapan tersebut berulang kali pupus. Tim dokter menolak melakukan tindakan bedah tersebut karena kekhawatiran yang sangat mendasar: kondisi hormonal Summer yang agresif diprediksi akan membuat jaringan tersebut tumbuh kembali meskipun sudah diangkat.
Untuk meminimalisir rasa sakit dalam aktivitas sehari-hari, Summer terpaksa mengenakan bra kompresi khusus yang dirancang secara medis. Namun, solusi ini pun membawa beban finansial tersendiri. Mencari ukuran yang sesuai di pasaran hampir mustahil, sehingga ia harus memesan bra khusus dengan harga mencapai ratusan pound sterling per unitnya.
Trauma Psikologis dan Pelecehan Verbal
Selain bertarung dengan rasa sakit fisik, Summer juga harus memikul beban psikologis yang berat. Sejak usia muda, ia kerap menjadi sasaran pelecehan verbal dan tatapan tidak sopan dari orang asing di ruang publik. Pengalaman pahit ini meninggalkan trauma mendalam, membuatnya merasa tidak aman jika harus bepergian sendirian.
Kisah Summer Roberts menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di balik fenomena fisik yang dianggap unik oleh sebagian orang, terdapat perjuangan hidup mati untuk mendapatkan kenyamanan mendasar. Saat ini, ia lebih memilih untuk beraktivitas dalam lingkaran pertemanan yang mendukungnya agar terhindar dari gangguan psikologis dan perundungan yang selama ini menghantui hidupnya.