Misteri Sepatu Emas Langka Cristiano Ronaldo: Mengapa Mendadak Berganti Pink di Piala Dunia 2026?
Senin, 29 Jun 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Gelaran Piala Dunia 2026 kembali menyuguhkan momen unik yang menjadi buah bibir publik, namun kali ini sorotan bukan tertuju pada gol spektakuler, melainkan pada alas kaki sang megabintang. Cristiano Ronaldo, kapten tim nasional Portugal, mendadak memicu tanda tanya besar saat timnya bersua dengan Kolombia dalam laga penutup fase grup, Sabtu (27/6/2026).
Simbol Prestasi dalam Balutan Emas
Sebelum peluit babak pertama dibunyikan, Ronaldo tampil mentereng dengan mengenakan alas kaki edisi sangat terbatas pemberian Nike, yakni ‘Mercurial Superfly 11 Gold Scorpion’. Sepatu ini bukan sekadar perlengkapan olahraga biasa; ia merupakan bentuk penghormatan atas pencapaian luar biasa Cristiano Ronaldo sebagai pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang sukses mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Nike merancang sepatu ini dengan penuh detail, menyematkan logo ikonis ‘CR7’ dan hanya memproduksinya sebanyak 2.026 pasang di seluruh dunia—sebuah angka filosofis yang merujuk pada tahun penyelenggaraan turnamen akbar di Amerika Utara tersebut. Dengan nilai taksir sekitar £242 atau setara Rp5 juta, sepatu emas ini awalnya diharapkan menjadi saksi sejarah baru bagi sang veteran yang kini telah menginjak usia 41 tahun.
Keputusan Mendadak di Ruang Ganti
Meski tampil percaya diri sejak sesi latihan hingga babak pertama dimulai, jalannya pertandingan di lapangan hijau tampaknya tidak berjalan sesuai rencana bagi sang bintang. Portugal kesulitan membongkar pertahanan rapat Kolombia. Ronaldo sendiri sebenarnya cukup agresif dengan melepaskan tiga tembakan ke arah gawang, namun tak satu pun yang mampu menggetarkan jala lawan. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Kejutan terjadi ketika para pemain kembali memasuki lapangan untuk memulai babak kedua. Alih-alih tetap mengenakan sepatu emas langkanya, Ronaldo muncul dengan sepatu berwarna pink mencolok. Model tersebut merupakan seri standar yang juga banyak digunakan oleh pemain lain di sepanjang turnamen. Keputusan mengganti sepatu bola di tengah laga ini memicu spekulasi luas; apakah ada kendala teknis, rasa tidak nyaman, ataukah murni masalah psikologis demi mencari peruntungan baru?
Nasib Portugal di Babak Gugur
Sayangnya, pergantian ‘senjata’ ini tidak memberikan dampak instan yang diharapkan. Sepanjang 45 menit kedua, Ronaldo justru tampak kesulitan mendapatkan ruang tembak dan gagal melepaskan satu pun tendangan tambahan. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memaksa Portugal harus puas finis di posisi runner-up grup di bawah Kolombia.
Kini, jalan Portugal menuju tangga juara dipastikan bakal semakin terjal. Di babak 32 besar nanti, mereka sudah ditunggu oleh tim kuat Kroasia. Jika berhasil lolos dari hadangan tersebut, kemungkinan besar Spanyol sudah menanti mereka di babak 16 besar. Publik kini menanti, apakah Ronaldo akan kembali memercayakan kakinya pada sepatu emas ‘Gold Scorpion’ yang langka itu, atau tetap bertahan dengan sepatu pink di laga-laga hidup mati selanjutnya?