Di Balik Tirai Microsoft: Bill Gates Buka Suara Soal Tiga Hubungan Gelap dan Ancaman Pemerasan Jeffrey Epstein
Kamis, 25 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kehidupan pribadi sang maestro teknologi, Bill Gates, perlahan mulai tersingkap ke publik. Dalam sebuah pengakuan mengejutkan yang disampaikan melalui kesaksian tertutup di hadapan Komite Pengawas DPR Amerika Serikat, pendiri Microsoft tersebut akhirnya mengungkap identitas tiga wanita yang pernah menjadi selingkuhannya saat ia masih terikat pernikahan dengan Melinda French Gates.
Kesaksian ini bukanlah tanpa alasan. Nama-nama tersebut muncul ke permukaan seiring dengan penyelidikan mendalam terhadap jaringan relasi mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang sempat mengguncang dunia. Gates menyebutkan bahwa hubungan rahasia tersebut melibatkan sosok-sosok dari latar belakang yang tidak biasa, mulai dari atlet hingga ilmuwan kelas dunia.
Tiga Nama di Pusaran Skandal
Dalam dokumen transkrip yang kini menjadi sorotan, Gates secara terbuka menyebut nama Mila Antonova, seorang pemain bridge berbakat asal Rusia, serta Karima Nigmatulina, seorang fisikawan nuklir. Keduanya disebut-sebut sebagai pihak yang diketahui oleh Epstein memiliki keterikatan personal dengan sang filantropis. Selain itu, Gates juga mengakui adanya hubungan dengan Alice Jacobs Nesselrodt, seorang pengusaha sukses yang bergerak di bidang kesehatan.
Pengakuan ini memicu gelombang diskusi baru mengenai sejauh mana kehidupan pribadi Bill Gates memengaruhi reputasinya di kancah internasional. Meskipun Gates menegaskan bahwa urusan asmaranya tidak berkaitan dengan agenda pertemuannya bersama Epstein, ia tidak memungkiri beban moral yang harus ditanggung keluarganya. “Hubungan-hubungan itu tidak ada kaitannya dengan pertemuan saya dengan Epstein. Namun, hal tersebut tentu menjadi masa yang sangat menyakitkan bagi keluarga saya,” ungkap Gates sebagaimana dikutip dari laporan Telegraph.
Bayang-Bayang Pemerasan dan Tekanan Mental
Salah satu poin paling krusial dalam penyelidikan ini adalah dugaan bahwa Epstein mencoba menggunakan informasi mengenai perselingkuhan Bill Gates sebagai senjata pemerasan. Gates meyakini bahwa Epstein sengaja menyimpan rahasia tersebut untuk menekan dirinya agar tetap menjalin komunikasi dan kerja sama bisnis.
Walaupun Epstein tidak pernah melontarkan ancaman pemerasan secara terang-terangan di depan wajahnya, Gates mencium gelagat tersebut melalui korespondensi email yang ada. “Setelah meninjau kembali email-email tersebut, saya melihat adanya kemungkinan besar bahwa dia memang mempertimbangkan tindakan pemerasan tersebut,” tambah pria yang kini berusia 70 tahun itu.
Klarifikasi Terkait Kesehatan dan Frekuensi Pertemuan
Tak hanya soal asmara, dokumen terkait kasus Epstein juga sempat menyinggung kekhawatiran Gates mengenai risiko penyakit menular seksual pasca-skandal tersebut. Namun, dalam kesaksiannya, Gates dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengidap penyakit tersebut dan menganggap poin itu sebagai spekulasi yang tidak berdasar.
Terkuak pula fakta bahwa intensitas pertemuan antara Gates dan Epstein terjadi sebanyak 12 hingga 14 kali, ditambah dengan dua panggilan video dalam kurun waktu empat tahun. Yang membuat publik semakin meradang adalah kenyataan bahwa sebagian dari pertemuan tersebut tetap berlangsung bahkan setelah Epstein dijatuhi hukuman atas kasus pelanggaran seksual pada tahun 2008 silam.
Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan dari penyelidikan Departemen Kehakiman AS ini akan memengaruhi masa depan yayasan dan pengaruh global yang dimiliki oleh sang tokoh teknologi tersebut.