Ikuti Kami
kabarmalam.com

Prinsip Di Atas Rupiah: Ashley St. Clair Tolak Tawaran Rp 718 Miliar dari Elon Musk Demi Kebebasan Bersuara

Jurnal | kabarmalam.com
Kamis, 25 Jun 2026 08:34 WIB
Prinsip Di Atas Rupiah: Ashley St. Clair Tolak Tawaran Rp 718 Miliar dari Elon Musk Demi Kebebasan Bersuara

Kabarmalam.com — Drama di lingkaran kehidupan pribadi sang miliarder teknologi, Elon Musk, kembali memanas dengan babak baru yang penuh ketegangan. Ashley St. Clair, influencer berusia 27 tahun yang sempat menjalin hubungan dengan Musk, baru-baru ini melontarkan pengakuan mengejutkan yang mengguncang jagat maya. Ia mengaku secara tegas telah menolak kesepakatan kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) yang nilainya mencapai angka fantastis, yakni US$ 40 juta atau setara dengan Rp 718 miliar.

Pengakuan ini mencuat saat St. Clair hadir dalam sesi wawancara mendalam di podcast The Don Lemon Show. Dalam perbincangan tersebut, ia membeberkan bagaimana dirinya hampir saja terjerat dalam ‘borgol emas’ yang ditawarkan oleh pendiri Tesla dan SpaceX itu, tepat setelah ia melahirkan anak yang disebut-sebut sebagai buah hati ke-13 dari sang taipan.

Baca Juga  Bukan Cuma Minyak, Inilah 6 Fakta Mengejutkan Venezuela yang Jarang Diketahui!

Siasat di Balik Pesan Singkat dan Panggilan Telepon

St. Clair menceritakan bahwa pendekatan tersebut dimulai dengan cara yang cukup tak terduga. Awalnya, Elon Musk mengirimkan pesan yang berisi instruksi untuk mentransfer dana sebesar US$ 15 juta. Uang tersebut rencananya dialokasikan untuk pembelian properti mewah serta dana cadangan finansial bagi St. Clair. Namun, kedermawanan tersebut ternyata menyimpan syarat yang sangat mengikat.

Hanya berselang beberapa hari, ia menerima panggilan telepon panjang dari Jared Birchall, sosok yang dikenal sebagai tangan kanan sekaligus manajer keuangan kepercayaan Musk. Di titik inilah, pembicaraan mengenai perjanjian kerahasiaan mulai disodorkan ke meja diskusi. Musk kemudian menaikkan tawaran finansialnya menjadi paket yang jauh lebih besar: US$ 15 juta sebagai pembayaran di muka, ditambah tunjangan sebesar US$ 100 ribu setiap bulan selama 20 tahun ke depan.

Baca Juga  Bikin Bangga! Indonesia Jadi Calon Kuat Ketua Dewan HAM PBB 2026, Ini Peran Pentingnya

Harga Sebuah Kebebasan Berpendapat

Namun, dibalik tumpukan uang tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar oleh St. Clair. Ia diminta untuk menutup mulut rapat-rapat mengenai segala hal yang berkaitan dengan Musk. “Saya tidak diperbolehkan mengatakan hal buruk tentang Elon. Saya dilarang membicarakan apa pun, mulai dari karyawannya, afiliasi bisnisnya, hingga aspek-aspek lain dalam hidupnya,” kenang Ashley St. Clair.

Meski dihadapkan pada prospek hidup bergelimang harta, St. Clair memilih jalan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa menandatangani NDA tersebut adalah sebuah kesalahan moral yang tidak ingin ia wariskan kepada anak-anaknya. Baginya, integritas dan kemampuan untuk berbicara jujur jauh lebih berharga daripada kenyamanan materiil.

Baca Juga  Tabir Gelap 'The Happiest Place on Earth': Pengakuan Mengejutkan Mantan Princess Disney Soal Pelecehan

“Saya lebih memilih untuk tinggal di apartemen studio yang sederhana bersama kedua anak saya, daripada harus menandatangani perjanjian yang membungkam suara saya,” ujarnya dengan nada mantap, menunjukkan keteguhan prinsipnya di tengah tekanan finansial.

Konflik Hukum yang Terus Berlanjut

Kisah perseteruan ini sebenarnya mulai terendus publik pada Februari 2025, ketika St. Clair secara berani mengungkap identitas Musk sebagai ayah dari putranya yang lahir lima bulan sebelumnya. Sejak saat itu, hubungan keduanya yang semula harmonis berubah drastis menjadi sengketa hukum yang pelik. Hingga saat ini, proses hukum antara keduanya masih terus bergulir di pengadilan, menambah panjang daftar kontroversi yang menyelimuti kehidupan sang pria terkaya di dunia tersebut.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com