Ikuti Kami
kabarmalam.com

Realita Pahit di Balik Pintu: Viral Curhatan Ibu Rumah Tangga Majalengka Ungkap Beban Domestik yang Tak Berujung

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 15:35 WIB
Realita Pahit di Balik Pintu: Viral Curhatan Ibu Rumah Tangga Majalengka Ungkap Beban Domestik yang Tak Berujung

Kabarmalam.com — Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi jika “jantung” sebuah rumah tiba-tiba berhenti berdenyut? Narasi inilah yang belakangan ini menggetarkan jagat maya, menyusul sebuah unggahan jujur dari seorang ibu rumah tangga asal Majalengka yang memperlihatkan sisi kelam di balik tumpukan cucian dan piring kotor.

Stigma kuno yang menempatkan urusan domestik sebagai kewajiban mutlak perempuan kembali menjadi perbincangan hangat. Semuanya bermula dari unggahan akun Instagram @selvi_komaru_zaman yang membagikan potret rumahnya dalam kondisi apa adanya—berantakan, kacau, dan seolah kehilangan arah saat sang nyonya rumah jatuh sakit.

Ketika Rumah Menjadi Cermin Ketidakadilan

Dalam video yang telah ditonton jutaan kali tersebut, Selvi memperlihatkan realitas yang sering kali disembunyikan dari estetika media sosial. Gunungan pakaian kotor yang tak tersentuh, lantai dapur yang dipenuhi barang berserakan, hingga wastafel yang penuh sesak oleh sisa piring kotor menjadi pemandangan utama.

Baca Juga  Bikin Baper Satu Studio! Aksi Romantis Pria Beri Kejutan Ulang Tahun di Layar Bioskop Bandung Viral

“Ini lah yang terjadi saat kamu tinggal di rumah yang menganggap kebersihan dan kerapian rumah cuma tanggung jawab buat wanita,” ungkapnya dalam video tersebut dengan nada yang menyiratkan kelelahan mendalam. Penelusuran kisah viral ini mengungkap bahwa kondisi tersebut terjadi saat Selvi sedang tidak enak badan, sementara sang buah hati juga tengah berjuang melawan demam dan muntah-muntah.

Di tengah kondisi fisik yang melemah, Selvi seolah dipaksa oleh keadaan untuk tetap bergerak. Dengan tangan yang tampak gemetar, ia mencoba menyapu lantai dan membersihkan sisa lemak di kompor, sebuah pemandangan yang memicu simpati sekaligus kemarahan netizen terhadap ketidakpekaan anggota keluarga lainnya.

Sentilan Keras bagi Paradigma Patriarki

Pesan yang disampaikan Selvi sebenarnya sangat sederhana namun menghunjam: rumah dihuni oleh banyak orang, namun mengapa beban perawatannya hanya diletakkan pada satu pundak? Ia merefleksikan bahwa ketika seorang ibu rumah tangga tumbang, seluruh operasional rumah tangga seolah mati total.

Baca Juga  Kreatif! Di Tengah Sulitnya Cari Kerja, Wanita Asal Jakarta Ini Viral Tawarkan Jasa Teman Jalan hingga Jaga Anak

“Bukan karena merasa aku paling hebat atau paling kerja keras. Tapi karena dari awal semua urusan memang sudah dianggap otomatis jadi tugas perempuan. Jadi pas perempuan sakit, semuanya ikut berhenti. Padahal yang tinggal di rumah kan bukan cuman satu orang,” tuturnya dengan penuh emosi.

Fenomena ini menunjukkan betapa dalamnya akar patriarki di masyarakat kita, di mana perempuan dituntut untuk selalu sigap dan kuat, hingga terkadang mereka merasa bersalah hanya untuk sekadar mengakui bahwa mereka lelah atau butuh bantuan.

Harapan untuk Perubahan dari Akar Keluarga

Unggahan yang telah menembus lebih dari 1,8 juta penayangan ini memancing gelombang komentar dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan moral, namun tidak sedikit pula yang memberikan saran praktis untuk memutus rantai stigma ini sejak dini. Salah satu komentar yang paling banyak disukai menyarankan agar pendidikan mengenai urusan domestik mulai diajarkan kepada anak laki-laki agar kelak mereka menjadi pasangan yang peka dan ringan tangan.

Baca Juga  Aksi Kocak Shin Hye Sun dan Gong Myung dalam 'Filing for Love' Meledak, Simak Sinopsis dan Alasan Wajib Nonton!

Kepada tim redaksi, Ella Siti Selviana—sosok di balik akun Selvi—menjelaskan bahwa videonya bukan sekadar keluh kesah tanpa alasan. Sebagai wanita berusia 27 tahun yang menjalankan peran ganda sebagai ibu, pedagang, sekaligus kreator konten, ia ingin menyuarakan isi hati banyak istri yang kontribusinya sering kali baru disadari saat mereka tak lagi mampu melakukannya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa menjaga rumah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, bukan hanya satu orang saja,” pungkasnya. Melalui narasi ini, diharapkan ada pergeseran sudut pandang dalam keluarga Indonesia, di mana kerja sama tim menjadi kunci utama kebahagiaan rumah tangga, melampaui sekat-sekat gender yang usang.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com