Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi Heroik Guru di Pelosok Sulteng: Perbaiki Sendiri Pintu Kelas yang Sering Disatroni Kambing

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 07:04 WIB
Aksi Heroik Guru di Pelosok Sulteng: Perbaiki Sendiri Pintu Kelas yang Sering Disatroni Kambing

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk upaya digitalisasi pendidikan di kota-kota besar, sebuah potret kontras yang menyayat hati sekaligus menginspirasi datang dari sudut terpencil Sulawesi Tengah. Seorang guru sekolah dasar tertangkap kamera sedang bergelut dengan gergaji dan palu, bukan untuk memberikan pelajaran keterampilan, melainkan untuk memastikan murid-muridnya bisa belajar tanpa gangguan hewan ternak.

Kisah ini bermula dari unggahan akun Instagram @najib_nadir yang mendadak viral di jagat maya. Dalam video singkat tersebut, terlihat kondisi memprihatinkan di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Sulawesi Tengah. Daun pintu ruang kelas yang seharusnya menjadi pembatas ruang belajar justru tampak hancur dimakan usia, menyisakan lubang besar yang menjadi ‘pintu masuk gratis’ bagi kambing-kambing milik warga sekitar.

Melawan Keterbatasan dengan Inisiatif

Adalah Muh Najib, sosok guru muda yang berada di balik aksi nyata tersebut. Sebagai wali kelas 5 yang baru saja bertugas sejak September 2025, ia tidak tega melihat anak didiknya harus berbagi ruang dengan kotoran hewan setiap pagi. Bau tidak sedap dan hilangnya konsentrasi saat belajar karena kambing yang bebas keluar-masuk menjadi pemandangan sehari-hari yang menyedihkan.

Baca Juga  Tampil Memukau di Momen Spesial: 5 Rekomendasi Bedak Glowing untuk Wisuda dan Kondangan

Alih-alih hanya mengeluh atau menunggu birokrasi yang tak kunjung datang, Najib memilih untuk mengambil langkah praktis. Dengan peralatan seadanya, ia merakit potongan kayu untuk menambal pintu kelas yang rusak parah tersebut. Baginya, kenyamanan siswa dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Viral dan Menjadi Sindiran bagi Kebijakan Pemerintah

Video yang telah ditonton lebih dari 6 juta kali ini mengundang gelombang simpati sekaligus kritik pedas dari warganet. Banyak yang membandingkan kondisi kontras antara bangunan-bangunan mewah di pusat kota dengan sekolah-sekolah di wilayah Sulawesi Tengah yang masih berjuang hanya untuk memiliki pintu yang utuh.

“Sangat miris melihat negara lebih memprioritaskan gedung-gedung megah sementara anak-anak di pelosok harus bertaruh kenyamanan dengan hewan ternak,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Kritik ini mencerminkan keresahan publik terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur sekolah di Indonesia.

Baca Juga  Gemerlap dan Kontroversi MET Gala 2026: Antara Gaun Mewah Rp1,6 Miliar hingga Boikot Jeff Bezos

Harapan Baru dari Sebuah Video Singkat

Kepada tim redaksi, Najib mengungkapkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolahnya sangat terbatas dan seringkali habis untuk kebutuhan operasional lainnya yang lebih mendesak. Namun, berkat kekuatan media sosial, aksi perjuangan guru ini akhirnya membuahkan hasil manis.

Pemerintah daerah setempat akhirnya memberikan perhatian khusus setelah video tersebut viral. Najib mengonfirmasi bahwa kini sekolahnya telah mendapatkan bantuan pembangunan tiga ruang kelas baru. Sementara itu, tiga ruang kelas lama yang masih berbahan kayu sedang diupayakan perbaikannya melalui dana donasi yang terkumpul dari masyarakat yang peduli.

Pesan untuk Masa Depan Pendidikan Pelosok

Melalui momentum ini, Najib berharap agar pemerintah tidak hanya bertindak saat sebuah kasus menjadi viral. Ia menekankan bahwa masih banyak sekolah terpencil lainnya di pelosok nusantara yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan daripada SD Negeri Terpencil Bainaa Barat.

Baca Juga  Transformasi Luar Biasa IRT Karawang: Bangun Kos-kosan dari 'Cuan' Affiliate, Simak Rahasia Suksesnya!

“Harapan kami, pemerintah bisa lebih menggalakkan program revitalisasi sekolah secara merata. Pendidikan adalah hak setiap anak, terlepas dari seberapa jauh mereka tinggal dari pusat kota,” pungkas Najib dengan penuh harap. Kisahnya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dedikasi seorang guru tidak hanya sebatas di depan papan tulis, tapi juga pada ketulusan untuk menjaga rumah kedua bagi para muridnya.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com