Bantah Isu Umrah Gratis, Thariq Halilintar Serahkan Bukti Bayar Rp 170 Juta Terkait Kasus Hanania Travel
Rabu, 10 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar miring yang menyebutkan pasangan selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid menikmati fasilitas ibadah secara cuma-cuma akhirnya dipatahkan secara tegas. Menanggapi isu yang beredar, keduanya memberikan klarifikasi mendalam usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan umrah yang menyeret nama PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group.
Melalui kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, pasangan ini menegaskan bahwa keberangkatan mereka pada akhir 2025 lalu bukanlah hasil dari skema gratisan. Sebaliknya, Thariq justru disebut sebagai sosok yang sangat berhati-hati dan berkali-kali menolak tawaran kerja sama jika hanya didasarkan pada iming-iming fasilitas tanpa biaya.
Komitmen Profesional dan Bukti Pembayaran Fantastis
Di hadapan awak media di Polda Metro Jaya, Sangun meluruskan narasi negatif yang sempat memojokkan kliennya di media sosial. Menurutnya, Thariq Halilintar lebih memilih untuk melakukan pembayaran secara profesional daripada harus menerima fasilitas cuma-cuma sepenuhnya.
“Ada anggapan di luar sana bahwa Thariq dan Aaliyah berangkat umrah tanpa bayar. Itu sama sekali tidak benar. Justru berkali-kali mereka ditawarkan (skema gratis), mereka menolak karena ingin membayar secara mandiri,” ungkap Sangun pada Rabu (10/6/2026).
Dari total delapan orang dalam rombongan tersebut, hanya sebagian kecil yang masuk ke dalam skema benefit kerja sama sebagai imbal balik promosi di media sosial. Selebihnya, Thariq merogoh kocek pribadi untuk memberangkatkan anggota keluarga dan tim pendukungnya. Angka yang dikeluarkan pun tergolong fantastis untuk ukuran perjalanan selebritas.
“Total pembayaran yang dilakukan Thariq mencapai angka hampir Rp 170 juta. Itu murni untuk biaya keberangkatan, belum termasuk pengeluaran tambahan selama di sana seperti konsumsi, biaya mutawif, dan kebutuhan logistik lainnya,” jelas Sangun lebih lanjut.
Transparansi di Hadapan Penyidik
Guna memperkuat pernyataannya, pihak Thariq Halilintar telah menyerahkan seluruh dokumen fisik kepada tim penyidik. Dokumen tersebut mencakup bukti transfer bank serta invoice resmi dari pihak Hanania Travel. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa posisi hukum mereka bersih dan transparan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Meskipun ada elemen barter jasa berupa promosi, Sangun menegaskan bahwa kewajiban tersebut telah dijalankan secara profesional. Kerja sama tersebut mencakup fasilitas terbatas untuk Thariq, Aaliyah, dan Arash, sementara sisa anggota rombongan lainnya tetap melalui jalur pembayaran normal tanpa potongan.
Empati untuk Ribuan Korban Jemaah
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Thariq Halilintar tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. Ia menyadari bahwa posisinya jauh lebih beruntung dibandingkan ribuan jemaah lain yang menjadi korban dugaan penggelapan dana oleh Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan.
Bagi Thariq, kerugian materi yang ia keluarkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan masyarakat yang sudah menabung lama demi bisa ke Tanah Suci namun berakhir kecewa. “Apa yang kami keluarkan tidak sebanding dengan penderitaan dan kerugian yang dialami para korban lainnya,” ucap Thariq dengan nada rendah.
Kini, penyelidikan terhadap Hanania Group terus difokuskan pada aliran dana pemasaran yang melibatkan banyak nama besar. Thariq dan Aaliyah berkomitmen untuk terus kooperatif dengan pihak kepolisian agar kasus biaya umrah ini segera tuntas dan para jemaah yang dirugikan bisa mendapatkan hak mereka kembali.