Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengenal ‘Bentol Sultan’: Rahasia Investasi Kulit Glowing dan Awet Muda Lewat Tren Skin Booster

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 08 Jun 2026 11:34 WIB
Mengenal 'Bentol Sultan': Rahasia Investasi Kulit Glowing dan Awet Muda Lewat Tren Skin Booster

Kabarmalam.com — Memiliki wajah yang sehat, bercahaya, dan tetap kencang meski usia terus bertambah kini bukan lagi sekadar impian atau hasil dari sapuan kosmetik semata. Belakangan ini, tren kecantikan di Indonesia mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Masyarakat tidak lagi terobsesi mengubah bentuk wajah secara drastis lewat meja operasi, melainkan lebih memilih untuk meningkatkan kualitas kulit dari dalam agar tampak cantik alami dan paripurna.

Di tengah menjamurnya berbagai metode perawatan estetika, muncul satu primadona yang menjadi perbincangan hangat di kalangan beauty enthusiast: Skin Booster. Namun, apa sebenarnya yang membuat prosedur ini begitu istimewa hingga orang-orang rela wajahnya dipenuhi bintik-bintik kecil yang kerap dijuluki ‘bentol sultan’?

Bukan Sekadar Tren, Tapi ‘Skinvestment’ Jangka Panjang

Menurut dr. Eddy Widjaja, Co-founder Eva Mulia Clinic, fenomena skin booster sebenarnya berakar dari daratan Eropa sebelum akhirnya meledak di Korea Selatan dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Ia menekankan bahwa esensi dari skin booster bukanlah memberikan perubahan instan layaknya ‘sulap’, melainkan sebuah dorongan (booster) untuk memperbaiki skin quality secara fundamental.

Baca Juga  Victoria Beckham Bongkar Sisi Gelap Label 'Anti-Aging': Hanya Trik Pemasaran yang Negatif

“Intinya adalah meningkatkan kualitas kulit. Ini bukan seperti operasi plastik yang mengubah bentuk, tapi lebih ke arah apa yang kita sebut sebagai skin-vestment atau investasi kulit,” ungkap dr. Eddy dalam sebuah kesempatan bincang-bincang mengenai tren kecantikan masa kini.

Konsep investasi ini mematahkan mitos lama bahwa perawatan anti-penuaan hanya dimulai saat kerutan sudah muncul. Justru, memulai perawatan di usia 20-an atau 30-an dianggap sebagai langkah cerdas untuk ‘mengunci’ kondisi kulit terbaik agar tetap awet muda di masa depan. Dengan melakukan booster sejak dini, frekuensi perawatan yang dibutuhkan pun cenderung lebih efisien dibandingkan jika baru memulai saat kulit sudah mengalami penurunan kualitas yang cukup parah.

DNA Salmon vs Hyaluronic Acid: Mana yang Anda Butuhkan?

Dalam dunia medis estetika, ada dua jenis bahan utama yang menjadi ‘bintang utama’ dalam prosedur skin booster:

  • DNA Salmon (The Healer): Diambil dari molekul sperma ikan salmon, bahan ini sering disebut formula ‘sapu jagat’. Manfaatnya sangat komprehensif, mulai dari memperbaiki tekstur kulit, meratakan warna wajah, hingga memberikan efek plumping yang membuat wajah terlihat kenyal. Ada dua kategori populer, yakni PN (Polynucleotide) yang lebih padat dan tahan lama, serta PDRN (Polydeoxyribonucleotide) yang fokus pada penyembuhan kerusakan sel kulit.
  • Hyaluronic Acid / HA (The Hydrator): Berbeda dengan DNA salmon yang fokus pada regenerasi, HA adalah kunci utama untuk hidrasi maksimal. Bagi mereka yang memiliki masalah kulit kering atau dehidrasi akut, HA bekerja mengunci kelembapan di lapisan kulit terdalam sehingga wajah tampak lebih segar dan lembap sepanjang hari.
Baca Juga  Mengenal Biblical Diet: Tren Makan Sehat Berbasis Spiritual yang Tengah Viral

Saat ini, banyak klinik juga menawarkan teknik cocktail atau kombinasi keduanya, bahkan ditambah dengan zat aktif seperti glutathione untuk mendapatkan hasil kulit yang tidak hanya sehat, tapi juga lebih cerah dan glowing.

Fenomena ‘Bentol Sultan’ dan Teknologi Injeksi

Banyak orang bertanya, mengapa harus disuntik jika sudah memakai krim wajah yang mahal? Jawabannya terletak pada daya serap. Cairan skin booster yang kaya nutrisi harus melewati skin barrier untuk mencapai target jaringan di bawah kulit, dan cara paling efektif adalah melalui injeksi langsung.

Istilah ‘bentol sultan’ sendiri muncul dari teknik penyuntikan manual (papul). Cairan didepositkan titik demi titik di seluruh wajah, yang kemudian menyisakan tonjolan kecil sementara. “Bentol itu bukan alergi, melainkan cadangan nutrisi yang sedang terserap oleh kulit. Biasanya dalam satu atau dua hari akan hilang dengan sendirinya seiring meresapnya obat tersebut,” jelas dr. Eddy.

Baca Juga  Rahasia Kulit Bening Bak Kaca: Review Mendalam Glass Skin Treatment untuk Wajah Glowing dan Plumpy

Bagi yang ingin menghindari efek ‘bentol’ tersebut, teknologi modern kini menawarkan solusi lain seperti penggunaan alat injector otomatis yang lebih presisi dan minim rasa sakit, atau teknik Bio Aesthetic Points (BAP) yang hanya memerlukan sedikit titik suntikan strategis namun mampu menyebarkan manfaat ke seluruh area wajah.

Pada akhirnya, tren skin booster membuktikan bahwa kecantikan masa kini adalah tentang kesehatan kulit yang terjaga. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan prosedur yang aman, wajah yang tampak muda dan bercahaya bukan lagi sekadar impian, melainkan hasil dari investasi yang dilakukan sejak dini.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com