Victoria Beckham Bongkar Sisi Gelap Label ‘Anti-Aging’: Hanya Trik Pemasaran yang Negatif
Jumat, 29 Mei 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah kepungan tren kecantikan yang menjanjikan kemudaan abadi, sosok ikonik Victoria Beckham justru tampil berani dengan menyuarakan kritik pedas terhadap industri yang membesarkan namanya. Desainer kenamaan yang kini juga merambah dunia kosmetik ini secara terbuka mempertanyakan penggunaan label anti-aging pada produk kecantikan, yang menurutnya membawa narasi negatif bagi perempuan.
Kritik Pedas di Balik Strategi Pemasaran
Bagi Victoria, istilah anti-aging tak lebih dari sekadar gimik komersial yang dirancang sedemikian rupa untuk menarik minat konsumen. Berbicara dalam wawancara eksklusif bersama The Times, sebagaimana dilansir oleh Page Six, ia menegaskan bahwa dirinya enggan menyematkan istilah tersebut pada lini produknya sendiri karena dianggap menyesatkan.
“Itu hanya kalimat pemasaran yang bagus,” ujar Victoria dengan nada skeptis. Ia menambahkan bahwa secara logika, tidak ada produk topikal yang benar-benar mampu menghentikan proses alami penuaan secara total. “Kecuali saya yang ketinggalan informasi, saya tidak percaya ada produk yang bisa melakukan itu. Jadi menurut saya, istilah tersebut cukup negatif karena seolah-olah menentang proses alami tubuh manusia,” lanjutnya.
Filosofi Baru di Usia 50-an
Menginjak usia 52 tahun, ibu empat anak ini memilih untuk merangkul usia matangnya dengan perspektif yang jauh lebih realistis. Alih-alih mengejar ambisi tampil seperti remaja, Victoria lebih fokus pada aspek penerimaan diri. Baginya, salah satu anugerah terbesar dari bertambahnya usia adalah kedewasaan untuk berdamai dengan setiap perubahan fisik yang terjadi.
Namun, sikap realistis ini bukan berarti ia mengabaikan penampilan. Justru, istri dari legenda sepak bola David Beckham ini tetap menjalankan disiplin ketat dalam menjaga kebugaran tubuhnya. Victoria rutin membagikan tutorial makeup di media sosial dan tetap aktif berolahraga dengan intensitas yang bahkan diakuinya lebih tinggi dibandingkan saat ia masih berusia 20-an atau 30-an tahun.
Tetap Menawan Tanpa Harus Berkompromi
Ia menekankan bahwa memasuki usia kepala lima bukanlah alasan untuk berhenti menjaga kualitas diri. Menurutnya, merawat tubuh adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, bukan karena takut menjadi tua. “Saya tidak merasa seseorang harus menyerah hanya karena sudah berusia 50 tahun. Itu bukan berarti kamu harus berkompromi dengan penampilanmu. Kamu tetap bisa terlihat sangat menarik dan sehat,” tegasnya.
Setelah lebih dari tiga dekade hidup di bawah lampu sorot dan menghadapi penghakiman publik atas setiap detail penampilannya, Victoria kini merasa berada di titik ternyaman dalam hidupnya. Baginya, bertambah tua memberinya kekuatan mental untuk lebih tidak peduli terhadap ekspektasi atau komentar miring dari orang lain.
“Sekarang saya bisa mengendalikan narasi tentang diri saya sendiri,” pungkasnya, memberikan pesan kuat tentang kepercayaan diri dan integritas dalam memilih perawatan kulit yang jujur.