Ikuti Kami
kabarmalam.com

Prahara Pasca-Cerai: Ruben Onsu Setop Nafkah, Pihak Sarwendah Sebut Itu Tuduhan Menyesatkan

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 05:34 WIB
Prahara Pasca-Cerai: Ruben Onsu Setop Nafkah, Pihak Sarwendah Sebut Itu Tuduhan Menyesatkan

Kabarmalam.com — Hubungan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya kian meruncing. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Ruben memutuskan untuk menghentikan pemberian nafkah sebagai bentuk protes karena merasa dipersulit untuk bertemu dengan buah hatinya. Namun, tudingan tersebut langsung dimentahkan oleh pihak Sarwendah dengan pernyataan yang tak kalah menohok.

Kemandirian Sarwendah di Tengah Polemik Nafkah

Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mempermasalahkan penghentian nafkah tersebut. Alih-alih merasa terbebani, mantan personel Cherrybelle ini justru menunjukkan sisi wanita mandiri yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri demi menghidupi ketiga anaknya.

“Klien kami, Sarwendah, sama sekali tidak mengeluh soal nafkah. Beliau masih sangat sanggup membiayai anak-anak dan kebutuhan hidupnya dari hasil kerja keras sendiri. Dia bekerja siang malam untuk masa depan anak-anak tanpa harus bergantung pada siapa pun,” ujar Chris saat ditemui tim Kabarmalam.com di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Ahmad Dhani Resmi Menjadi 'Jiddi', Alyssa Daguise Lahirkan Cucu Pertama Melalui Proses Normal

Adu Argumen Soal Akses Komunikasi

Pihak Ruben Onsu sebelumnya mengklaim bahwa pesan singkat yang dikirimkan kepada anak-anaknya tidak dibalas selama satu bulan penuh. Hal inilah yang menjadi pemantik kemarahan Ruben hingga memutuskan untuk menyetop aliran dana sejak Desember 2025. Namun, Chris Sam Siwu menilai alasan tersebut sangat tidak berdasar dan cenderung menyesatkan publik.

Menurut Chris, jika Ruben memang berniat bertemu anak-anak, seharusnya koordinasi dilakukan langsung kepada Sarwendah sebagai ibu yang mengatur jadwal harian mereka, bukan hanya melalui pesan kepada anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya memahami situasi konflik keluarga tersebut.

“Sederhana saja, kalau mau koordinasi ya hubungi ibunya. Saya tantang, ada tidak bukti chat ke Sarwendah yang tidak dibalas? Saya yakin jika dia menghubungi sekarang, pasti langsung dijawab. Jangan tiba-tiba berkoar dipersulit padahal upaya koordinasi yang cukup saja belum dilakukan,” tegas Chris dengan nada bicara yang lugas.

Baca Juga  Cassie Ventura Pilih Hidup Baru di Luar Negeri Usai Menangkan Kompensasi Rp 359 Miliar dari P Diddy

Versi Ruben Onsu: Aksi Protes dan Rasa Rindu

Di sisi lain, Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu, membeberkan sudut pandang kliennya. Ruben merasa hak-haknya sebagai ayah kandung telah diabaikan, sementara kewajibannya terus dijalankan secara berlebihan selama bertahun-tahun. Penghentian nafkah selama enam bulan terakhir ini disebutnya sebagai sebuah pesan keras.

“Ruben merasa porsinya tidak berimbang. Sebagai ayah kandung, dia merasa haknya yang sudah diatur dalam perjanjian justru banyak hambatan. Sementara itu, pihak lain yang tidak memiliki hubungan darah justru terlihat diberikan keleluasaan,” ungkap Minola, menyentil keberadaan sosok Giorgio Antonio yang dikabarkan dekat dengan Sarwendah.

Pelarian Emosional ke Panti Asuhan

Menghadapi rasa rindu yang membuncah kepada anak-anaknya, Ruben Onsu mengaku memiliki cara tersendiri untuk mengobati luka batinnya. Dalam sebuah sesi video call, presenter kondang ini mengungkapkan bahwa dirinya sering mengunjungi panti asuhan hanya untuk sekadar merasakan atmosfer keceriaan anak-anak.

Baca Juga  Muak Jadi Bahan Clickbait, Sarwendah Sentil Pihak yang Kaitkan Dirinya dengan Isu Pesugihan

“Saya tidak ingin larut dalam kesedihan. Jadi saya datang ke beberapa panti asuhan, melihat mereka tertawa membuat saya sedikit lebih tenang,” ucap Ruben lirih.

Hingga saat ini, perseteruan mengenai hak asuh anak dan nafkah ini masih menjadi bola panas di kalangan publik. Kedua belah pihak tampak masih teguh dengan pendirian masing-masing, sementara anak-anak berada di tengah pusaran konflik orang dewasa yang belum menemui titik temu.

Tentang Penulis
Darman
Darman