Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru di Balik Tato Eyeliner dari Abu Kremasi Anjing, Cara Unik Claire Hobson Abadikan Kesetiaan

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 15:35 WIB
Kisah Haru di Balik Tato Eyeliner dari Abu Kremasi Anjing, Cara Unik Claire Hobson Abadikan Kesetiaan

Kabarmalam.com — Kehilangan hewan peliharaan sering kali meninggalkan lubang besar di hati pemiliknya. Namun, bagi Claire Hobson, cara mengenang sang sahabat bulu melampaui batas kewajaran pada umumnya. Ia memutuskan untuk mengabadikan memori anjing kesayangannya melalui prosedur tato eyeliner permanen yang tidak biasa: menggunakan tinta yang dicampur dengan abu kremasi sang anjing.

Kisah unik nan menyentuh ini mencuat setelah Claire membagikan pengalamannya dalam program televisi This Morning. Keputusan ini, menurut Claire, lahir dari sebuah ketidaksengajaan yang bersifat emosional. Di hari yang sama saat ia dijadwalkan melakukan prosedur kecantikan tersebut, ia juga harus mengambil abu jenazah anjingnya, Patch, yang telah menemaninya selama dua dekade.

Manifestasi Cinta yang Melekat Selamanya

Keinginan Claire untuk melakukan hal antimainstream ini dipicu oleh rencana kepindahannya dari Amerika Serikat ke Dubai. Ia merasa berat hati jika harus membawa abu Patch di dalam koper atau menyimpannya dalam guci biasa. Baginya, Patch adalah simbol kesetiaan tanpa syarat yang layak mendapatkan tempat yang lebih dekat dengan dirinya.

Baca Juga  Rahasia di Balik Kemewahan Gaun Pengantin 'Chaos' Sydney Sweeney di Euphoria Season 3

“Aku berpikir, mengapa tidak menjadikannya bagian dari riasan mata? Aku pernah mendengar orang membuat tato tubuh dengan abu orang tercinta, jadi aku memutuskan untuk memasukkan abu Patch ke dalam garis mataku,” ungkap Claire sebagaimana dikutip dari People. Dengan cara ini, ia merasa sang hewan peliharaan akan selalu bersamanya ke mana pun ia pergi.

Meski permintaannya terdengar janggal, sang seniman tato menyetujuinya dengan penuh empati. Kebetulan, sang praktisi juga baru saja kehilangan hewan peliharaan, sehingga ia memahami ikatan batin yang dirasakan Claire. Ia pun mencampurkan sedikit abu tersebut ke dalam tinta tato yang digunakan untuk membingkai mata Claire.

Pandangan Kontroversial dalam Dunia Medis dan Estetika

Walaupun bagi Claire ini adalah bentuk penghormatan tertinggi, keluarganya justru sempat menganggap tindakan tersebut sebagai kegilaan. Tak hanya itu, praktik ini juga memicu perdebatan di kalangan profesional. Luke Wintrip, seorang seniman tato berpengalaman, menjelaskan bahwa mencampur material asing ke dalam tinta tetap menjadi hal yang kontroversial di komunitas tato global.

Baca Juga  Bukan Cemburu, Istri Ini Malah Pimpin Lamaran untuk Calon Istri Kedua Suaminya: Sebuah Kisah Cinta Tak Biasa di Thailand

“Isu utamanya adalah aspek higienis dan sterilisasi. Tinta tato seharusnya benar-benar steril dan bebas kontaminasi. Memasukkan benda asing, meskipun itu abu hasil kremasi yang telah melewati suhu ekstrem, tetap menimbulkan risiko kesehatan tertentu,” papar Luke.

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, aturan ketat mewajibkan penggunaan tinta yang sudah tersertifikasi dan belum pernah dibuka segelnya untuk menjamin keamanan prosedur. Namun, risiko tersebut tampaknya bukan halangan bagi Claire. Baginya, keberadaan Patch yang akan bertahan bertahun-tahun di kelopak matanya jauh lebih berharga. Ia bahkan berencana menambahkan lebih banyak abu Patch saat melakukan sesi touch-up di masa mendatang.

“Dia akan berada di sana untuk waktu yang sangat lama,” tutup Claire dengan penuh keyakinan, mengenang Patch sebagai sosok setia yang selalu menyambutnya dengan cinta murni setiap kali ia pulang ke rumah.

Baca Juga  Siasat Senyap Jeff Bezos di Met Gala 2026: Masuk Lewat Pintu Belakang Demi Hindari Boikot Massa
Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com