Siasat Senyap Jeff Bezos di Met Gala 2026: Masuk Lewat Pintu Belakang Demi Hindari Boikot Massa
Selasa, 05 Mei 2026 14:06 WIB
Kabarmalam.com — Panggung megah Met Gala 2026 baru saja menjadi saksi bisu sebuah drama yang melibatkan salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos. Meski merogoh kocek dalam sebagai salah satu sponsor utama, kehadiran sang pendiri Amazon di perhelatan mode paling bergengsi tersebut justru dibayangi oleh aksi protes besar-besaran dan boikot yang mewarnai suasana di luar gedung Museum Seni Metropolitan, New York.
Sponsor 10 Juta Dolar yang Harus Menyelinap
Ironi menyelimuti malam tersebut ketika Jeff Bezos dan pasangannya, Lauren Sánchez, dilaporkan menyumbang dana sebesar $10 juta atau sekitar Rp 174 miliar untuk mendukung kelancaran Met Gala 2026. Namun, kucuran dana fantastis itu nyatanya tidak memberikan karpet merah yang tenang bagi sang miliarder. Sementara Lauren Sánchez tampil memukau dan mencuri perhatian di karpet merah dengan gaun dramatis dari Schiaparelli, Jeff Bezos justru tidak terlihat batang hidungnya di jalur utama.
Melansir laporan dari berbagai sumber di lokasi, Jeff Bezos memilih jalur ‘senyap’ dengan menyelinap melalui pintu belakang. Strategi ini diambil untuk menghindari kerumunan pengunjuk rasa yang telah memadati area sekitar museum. Jeff yang kini berusia 62 tahun tampak berusaha tampil low profile dengan setelan tuksedo klasik yang sederhana, sebuah pilihan busana yang dinilai banyak kritikus kurang selaras dengan tema ambisius malam itu, “Fashion Is Art”.
Protes Unik Lewat Ratusan Botol Cairan
Ketegangan di luar gedung dipicu oleh aksi kelompok aktivis bernama “Everyone Hates Elon”, sebuah gerakan anti-miliarder yang menargetkan Jeff Bezos sebagai sasaran utama kritik mereka. Aksi protes kali ini tergolong sangat provokatif; gedung Museum Seni Metropolitan seolah ‘dikepung’ oleh ratusan botol berisi cairan yang diduga kuat adalah urine. Botol-botol tersebut disebar dan disembunyikan di berbagai sudut menjelang dimulainya acara.
Kelompok yang didanai oleh sekitar 1.000 donor global ini menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan kerja. Dalam pernyataan resminya, mereka mengkritik gaya hidup mewah Bezos yang dianggap bertolak belakang dengan kondisi para pekerja di gudang pengiriman mereka.
- Protes menyasar hubungan korporat antara perusahaan besar dan institusi seni.
- Penggunaan botol sebagai sindiran atas isu terbatasnya waktu istirahat pekerja untuk ke kamar mandi.
- Penyediaan keranjang botol kosong di luar museum untuk mengajak publik ikut serta dalam aksi simbolis tersebut.
Akar Permasalahan dan Respons Korporasi
Sentimen negatif yang meledak di dunia mode ini berakar dari tuduhan lama yang menyebutkan bahwa pekerja logistik di bawah naungan perusahaan Bezos seringkali terpaksa buang air kecil di dalam botol demi mengejar target pengiriman yang ketat. Meskipun pihak perusahaan sebelumnya telah mengakui adanya tantangan logistik terkait akses fasilitas umum bagi kurir di jalanan, mereka menegaskan bahwa upaya perbaikan terus dilakukan.
Meski diwarnai dengan aksi boikot yang cukup menghebohkan, Jeff Bezos akhirnya berhasil bergabung di dalam ruangan acara bersama kerabatnya, Elena Sánchez Blair, dan tetap menikmati malam tersebut jauh dari jangkauan paparazzi yang menunggunya di pintu utama. Kejadian ini menambah daftar panjang kontroversi di balik kemilau perhelatan Met Gala yang setiap tahunnya selalu berhasil menjadi pusat pembicaraan dunia.