Bukan Sekadar Jeans Biasa, Chanel Ungkap Fakta di Balik Busana Viral Bhavitha Mandava di MET Gala 2026
Kamis, 07 Mei 2026 13:34 WIB
Kabarmalam.com — Panggung megah MET Gala 2026 baru saja usai, namun gema kontroversinya masih terasa kuat di jagat maya. Salah satu sorotan tajam tertuju pada rumah mode ternama, Chanel, yang dituding kurang maksimal—bahkan rasis—setelah menampilkan sang Brand Ambassador asal India, Bhavitha Mandava, dalam balutan busana yang terlihat seperti setelan kasual jeans di tengah kemegahan gaun-gaun adibusana lainnya.
Menanggapi riuh rendah kritik yang membanjiri media sosial, Chanel akhirnya memberikan klarifikasi mendalam. Penampilan Bhavitha di Met Gala 2026 nyatanya bukan sekadar pilihan busana sembarangan, melainkan sebuah penghormatan artistik sekaligus interpretasi haute couture dari momen bersejarah dalam perjalanan karier sang model.
Sentuhan Haute Couture di Balik Kesan Kasual
Meskipun sekilas tampak seperti pakaian sehari-hari, busana yang dikenakan perempuan berusia 26 tahun tersebut adalah hasil karya tangan yang luar biasa rumit. Atasan putih yang dipadukan dengan half zip sweater berwarna beige serta celana panjang bertekstur denim itu merupakan manifestasi dari tema ‘Fashion is Art’.
Pihak rumah mode menjelaskan bahwa celana yang menyerupai jeans biru tersebut sebenarnya terbuat dari material muslin yang sangat halus dan tipis. Tekstur denim yang terlihat begitu nyata merupakan hasil dari teknik pewarnaan dan pengerjaan khusus. Tak tanggung-tanggung, butuh waktu hingga 250 jam kerja manual untuk menciptakan satu set busana Haute Couture tersebut.
Menepis Tudingan Rasisme
Klarifikasi ini sekaligus menjadi jawaban atas kemarahan netizen yang merasa Chanel memperlakukan Bhavitha dengan tidak adil. Banyak pengguna platform X yang sebelumnya mengecam Chanel karena dianggap memberikan busana ‘terlalu santai’ untuk model keturunan India tersebut di saat bintang-bintang lain tampil ekstra megah.
“Kami melihat ini sebagai sebuah karya seni yang mendalam, bukan sekadar busana siap pakai,” tulis Chanel sebagaimana dikutip dari laporan Hindustan Times. Penampilan ini sengaja dirancang untuk merefleksikan identitas modernitas yang dibawa oleh direktur artistik Matthieu Blazy dalam visi barunya untuk rumah mode yang telah berdiri selama 116 tahun itu.
Nostalgia Stasiun Subway yang Emosional
Bagi Bhavitha Mandava sendiri, busana tersebut memiliki ikatan emosional yang sangat personal. Konsep busana ini merupakan reinterpretasi dari momen debutnya saat membuka peragaan Chanel Metiers d’Art di stasiun subway New York City beberapa waktu lalu. Momen itu sangat ikonik karena ia menjadi model India pertama yang dipercaya membuka peragaan besar Chanel.
Berbicara kepada British Vogue, Bhavitha mengungkapkan bahwa dirinya sempat terenyuh saat pertama kali melihat sketsa busana tersebut. “Fashion show di subway itu adalah malam paling signifikan dalam karier saya. Bisa membawa memori itu ke tangga MET Gala dengan cara yang lebih terelevasi adalah sebuah kehormatan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bhavitha yang merupakan lulusan New York University ini memang memiliki sejarah unik; ia ditemukan oleh agensi model justru di sebuah stasiun kereta bawah tanah dua tahun lalu. Dengan segala konteks naratif di baliknya, apa yang awalnya dihujat sebagai ‘jeans biasa’ ternyata merupakan sebuah potret perjalanan hidup yang dijahit menjadi karya seni kelas tinggi.