Ikuti Kami
kabarmalam.com

Curhat Pilu Ruben Onsu: Merasa Terasing dari Anak Sendiri, Sindir Sosok yang Tak Ada Ikatan Darah

Darman | kabarmalam.com
Senin, 01 Jun 2026 20:33 WIB
Curhat Pilu Ruben Onsu: Merasa Terasing dari Anak Sendiri, Sindir Sosok yang Tak Ada Ikatan Darah

Kabarmalam.com — Di balik gemerlap panggung hiburan, prahara rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perceraian kini memasuki babak baru yang penuh emosi. Presenter kenamaan tanah air ini akhirnya buka suara terkait keputusannya yang mengejutkan publik: menghentikan pemberian nafkah kepada sang mantan istri. Namun, di balik tindakan tersebut, terungkap sebuah alasan mendalam yang menyangkut kerinduan seorang ayah terhadap buah hatinya.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan bahwa polemik ini bukan semata-mata persoalan materi. Ada luka yang lebih dalam, yakni sulitnya akses untuk bertemu dengan anak-anak kandungnya sendiri. Menurut Minola, apa yang dialami kliennya saat ini terasa tidak adil, terutama ketika melihat porsi kehadiran orang lain dalam kehidupan anak-anak tersebut.

Ketimpangan Porsi Kehadiran: Ayah Kandung vs Orang Asing

Pihak Ruben Onsu menyoroti adanya ketimpangan yang nyata dalam interaksi sehari-hari. Minola mengungkapkan bahwa sementara Ruben sebagai ayah kandung merasa dipersulit dengan berbagai argumen dan alasan, sosok lain yang tidak memiliki ikatan darah justru diberikan keleluasaan. Pernyataan ini secara tersirat merujuk pada kedekatan anak-anak dengan Giorgio Antonio, sosok yang dikabarkan tengah dekat dengan Sarwendah.

Baca Juga  Usai Lepas dari Ikatan Pernikahan Singkat, Boiyen Kini Fokus Temukan Kebahagiaan Mandiri

“Ruben tidak merasa posisinya tergantikan, namun ia menuntut keadilan porsi. Porsi ayah kandung yang sudah disepakati dalam perjanjian justru tidak berjalan lancar, sementara orang yang tidak memiliki hubungan darah malah diberikan akses yang begitu luas,” ujar Minola saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Kekhawatiran Menjadi Sosok ‘Asing’ bagi Buah Hati

Lebih lanjut, Ruben mengekspresikan ketakutan terbesarnya: kerenggangan emosional dengan anak-anaknya. Minimnya waktu berkualitas untuk membangun kedekatan dikhawatirkan akan membuat perannya sebagai ayah memudar di mata anak-anak. Isu ini menjadi krusial dalam konteks hak asuh anak pasca-perpisahan.

“Masalah intinya adalah jika interaksi yang salah atau informasi yang keliru membuat anak menjauh dari orang tua kandungnya. Jangan sampai ayah kandung terasa seperti orang asing, dan sebaliknya, orang asing malah dianggap seperti ayah. Inilah yang ingin dicegah oleh Ruben, bukan soal cemburu buta,” tegas Minola memberikan pembelaan.

Baca Juga  Kedekatan Hangat Betrand Peto dan Ruben Onsu: Dari Rahasia Risol hingga Rencana Bisnis Masa Depan

Pelanggaran Kesepakatan Pasca-Perceraian

Dalam komunikasi melalui sambungan telepon, Ruben Onsu membeberkan bahwa sebenarnya telah ada kesepakatan hukum yang mengatur waktu pertemuan. Seharusnya, ia memiliki hak untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya selama tiga hingga empat hari dalam seminggu. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

“Saya sudah melampirkan bukti bagaimana sulitnya membangun komunikasi itu. Jika memang aksesnya mudah, saya tidak mungkin sampai harus melibatkan pengacara. Saya hanya meminta hak saya sesuai keputusan pengadilan, yakni pola 4-3 hari,” tutur Ruben dengan nada kecewa terkait perceraian selebriti yang kini berbuntut panjang tersebut.

Tanggapan Menohok Soal Nafkah: “Serahkan Saja ke Saya”

Mengenai tudingan dirinya berhenti memberikan nafkah selama enam bulan terakhir, Ruben merasa pengabdiannya selama bertahun-tahun seolah terhapus begitu saja. Presenter berusia 42 tahun ini merasa kontribusi finansial dan kerja kerasnya selama belasan tahun tidak dihargai hanya karena konflik beberapa bulan terakhir.

Baca Juga  Tepis Tuduhan Miring, Kuasa Hukum Pastikan Betrand Peto Tidak Curi Parfum Sarwendah: Bukti Bon Masih Ada!

“Jika kerja keras saya selama bertahun-tahun hanya dinilai dari enam bulan terakhir, rasanya sangat tidak adil. Keringat dan capek saya selama ini larinya ke mana?” tanya Ruben retoris. Mengakhiri pernyataannya dengan tegas, ia bahkan melontarkan tantangan jika pihak mantan istri merasa berat dalam membiayai anak-anak. “Ya sudah, kalau memang tidak sanggup, serahkan saja anak-anak ke saya. Saya yang akan membesarkan mereka sepenuhnya,” pungkasnya.

Konflik ini menjadi pengingat betapa kompleksnya dinamika hubungan keluarga setelah ikatan pernikahan berakhir, di mana kepentingan terbaik bagi anak seharusnya selalu menjadi prioritas utama di atas ego masing-masing pihak.

Tentang Penulis
Darman
Darman