Gaya Parenting Bijak Diah Permatasari, Beri Kebebasan Marco Pilih Pasangan Asal Bahagia
Jumat, 29 Mei 2026 20:33 WIB
Kabarmalam.com — Sosok aktris legendaris Diah Permatasari kembali mencuri perhatian publik, bukan hanya karena pesonanya yang seolah tak lekang oleh waktu, melainkan juga karena pola asuhnya yang sangat terbuka terhadap anak-anaknya. Baru-baru ini, bintang utama sinetron ‘Si Manis Jembatan Ancol’ tersebut memberikan tanggapan santai mengenai kehidupan pribadi putra bungsunya, Marco, yang kini mulai beranjak dewasa.
Marco yang kini telah menginjak usia 19 tahun dikabarkan sudah memiliki tambatan hati. Meski sang putra sudah mulai mengenal dunia percintaan, Diah mengaku tidak ingin menjadi orang tua yang terlalu mengekang. Baginya, melihat sang anak menjalin hubungan asmara di usia remaja adalah bagian dari proses pendewasaan yang wajar dan sehat.
Bukan Prioritas Menuju Pelaminan
Diah menyadari betul bahwa perjalanan hidup sang putra masih sangat panjang. Saat ditemui di kawasan Studio Trans TV, Jakarta Selatan, ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai pernikahan belum menjadi topik serius di lingkungan keluarganya. Mengingat usia Marco yang masih sangat muda, Diah ingin putranya menikmati masa-masa indahnya dengan belajar banyak hal dari sebuah komitmen.
“Marco kan masih muda, umurnya juga masih 19 tahun. Kayaknya masih jauh untuk melangkah ke sebuah pernikahan,” ujar Diah dengan nada tenang saat berbincang dengan awak media.
Prioritaskan Kebahagiaan Sang Anak
Sebagai ibu, Diah Permatasari memilih untuk menjadi pendukung utama daripada pemberi tekanan. Terkait sosok perempuan yang kini mengisi hati Marco, ia tidak menetapkan kriteria yang muluk-muluk. Syarat utama darinya hanyalah satu: kebahagiaan sang buah hati.
“Kalau Mama sih melihatnya dari sekarang, kalau memang Marco merasa bahagia dengan pacar yang sekarang, ya silakan dijalani saja. Yang paling penting itu kalian cocok dan kamu merasa happy,” tuturnya dalam balutan gaya parenting yang demokratis.
Prinsip kebahagiaan ini tampaknya menjadi landasan utama bagi Diah dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Ia percaya bahwa jika anak merasa nyaman dan bahagia dengan pilihannya, maka sebagai orang tua, tugasnya hanyalah merestui dan memantau dari jauh.
Restu Ibu Adalah Kebahagiaan Anak
Lebih lanjut, Diah menekankan bahwa ia tidak ingin membebani Marco dengan ekspektasi yang berlebihan di masa depan. Ia lebih memilih untuk mengikuti arus perkembangan sang anak secara alami sambil tetap memberikan arahan jika diperlukan. Baginya, energi positif dalam sebuah hubungan akan membawa pengaruh baik pula bagi perkembangan mental sang anak.
“Untuk ke depannya, ya nanti kita pikirkan lagi. Intinya, yang terpenting buat saya adalah Marco happy. Kalau dia bahagia, saya sebagai ibunya pun pasti ikut merasa bahagia,” pungkasnya menutup pembicaraan mengenai kehidupan pribadi keluarganya.