Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Estetika, Terungkap Alasan Medis Ria Ricis Jalani Operasi Hidung

Darman | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 07:34 WIB
Bukan Sekadar Estetika, Terungkap Alasan Medis Ria Ricis Jalani Operasi Hidung

Kabarmalam.com — Selama ini publik kerap mengaitkan prosedur bedah plastik dengan upaya menyempurnakan penampilan semata. Namun, bagi kreator konten ternama Ria Ricis, keputusan untuk melakukan operasi hidung atau rhinoplasty bukan hanya soal estetika, melainkan sebuah kebutuhan medis yang mendesak demi kualitas hidup yang lebih baik.

Ditemui tim redaksi di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Ricis secara terbuka membeberkan kondisi kesehatan yang selama ini ia sembunyikan dari publik. Ternyata, selama bertahun-tahun, ibu satu anak ini harus berjuang melawan gangguan pernapasan yang cukup menyiksa akibat struktur tulang hidung yang tidak normal.

Diagnosis Medis dan Masalah Pernapasan yang Kronis

Sebelum akhirnya memutuskan naik ke meja operasi, Ricis telah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di RSCM. Ia bahkan sempat menjalani prosedur radiologi untuk melihat struktur anatomi wajahnya secara mendalam. Hasilnya cukup mengejutkan; ditemukan fakta medis bahwa tulang hidungnya mengalami pembengkokan ke arah kiri yang cukup signifikan.

Baca Juga  Kisah di Balik Transformasi Angela Tee: Pertaruhkan Tulang Iga Lewat Operasi Plastik Demi Pertahankan Rumah Tangga

Kondisi ini membuat sirkulasi udara di saluran pernapasannya tidak lancar. Ricis mengakui bahwa dirinya seringkali merasa sesak dan tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama saat jadwal pekerjaannya sedang padat di dunia hiburan dan gaya hidup digital yang menuntut stamina prima.

Ketergantungan Obat Keras Selama Lima Tahun

Demi menyiasati rasa sesak tersebut, Ricis terpaksa bergantung pada penggunaan obat-obatan pernapasan. Salah satu yang ia sebutkan secara spesifik adalah Iliadin, sebuah merk obat yang tergolong keras dan memiliki aturan pakai yang sangat ketat untuk menghindari efek samping berbahaya.

“Dulu aku rutin pakai obat itu. Padahal aturannya hanya sekali sehari dengan jeda lima hari, tapi karena rasa tidak nyaman yang luar biasa, aku sampai memakainya empat hingga lima kali dalam sehari,” ungkapnya jujur. Kebiasaan berisiko ini ia lakukan selama kurang lebih lima tahun sebelum akhirnya menyadari bahwa penggunaan obat jangka panjang bukanlah solusi permanen untuk masalah kesehatan yang ia alami.

Baca Juga  Fahmi Bo Bicara Peluang Kembali ke Layar Kaca di Tengah Perjuangan Melawan Sakit

Transformasi dan Titik Balik Kesehatan

Kini, setelah menjalani prosedur rhinoplasty, Ricis merasakan perubahan yang sangat signifikan. Selain bentuk hidungnya yang kini terlihat lebih proporsional dan menunjang penampilannya di depan kamera, manfaat utama yang ia syukuri adalah kembalinya fungsi pernapasan yang optimal.

“Efek yang paling terasa sekarang ya sudah bisa bernapas dengan lega,” pungkasnya. Pengalaman Ria Ricis ini memberikan perspektif baru bagi masyarakat bahwa tindakan operasi plastik seringkali menjadi solusi medis yang diperlukan untuk memperbaiki gangguan fungsi tubuh, melampaui sekadar urusan kecantikan visual semata.

Tentang Penulis
Darman
Darman