Niat Tulus Ayu Ting Ting Menuju Tanah Suci: Bukan Sekadar Materi, Tapi Kesiapan Hati
Rabu, 27 Mei 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap panggung hiburan yang membesarkan namanya, terselip sebuah harapan tulus yang tengah dipupuk oleh penyanyi dangdut kenamaan, Ayu Ting Ting. Di sela-sela momen hangat perayaan Hari Raya Idul Adha di kediamannya, pelantun lagu “Sambalado” tersebut mengungkapkan kerinduannya untuk segera menyempurnakan rukun Islam kelima dengan menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
Keinginan besar ini diakui Ayu bukan tanpa alasan. Sosok sang ayah, Abdul Rozak, yang telah lebih dulu menyandang gelar haji, menjadi inspirasi sekaligus pemantik semangat bagi Ayu untuk bisa merasakan pengalaman spiritual yang sama. Melihat kedamaian yang terpancar dari sang ayah setelah pulang dari Tanah Suci, membuat kerinduan Ayu semakin membuncah.
Persiapan Mental dan Fisik Menjadi Prioritas Utama
Bagi Ayu Ting Ting, perjalanan haji bukanlah sekadar perjalanan religi biasa yang cukup bermodalkan kemapanan ekonomi semata. Ia sangat menyadari bahwa panggilan suci tersebut memerlukan kesiapan batin yang matang serta kondisi fisik yang benar-benar prima. Baginya, niat yang kuat harus dibarengi dengan kesiapan diri untuk menjalani setiap prosesi ibadah dengan khusyuk.
“Oh iya dong, pastinya pengin banget. Tapi kan kalau haji itu harus siap semuanya, kan? Mentalnya, fisiknya, dan lain-lain. Jadi, insyaallah doakan saja,” ujar Ayu dengan penuh harap saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat.
Menanti Waktu Terbaik di Tengah Antrean Panjang
Meski tekadnya sudah bulat, ibu satu anak ini mengaku sejauh ini dirinya belum mendaftarkan diri secara resmi ke dalam daftar tunggu calon jamaah haji. Menyadari panjangnya antrean haji di Indonesia yang bisa memakan waktu hingga belasan tahun, Ayu memilih untuk bersikap realistis dan menyerahkan segala prosesnya kepada rencana Sang Pencipta.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru atau memaksakan kehendak tanpa adanya kemantapan hati yang utuh. Ayu lebih memilih untuk fokus memperbaiki diri sembari mengumpulkan kesiapan yang diperlukan untuk menyambut panggilan-Nya di masa depan.
“Doakan saja yang terbaik, saya tidak bisa bicara banyak sekarang. Jangan suka mendahului rencana Tuhan, yang penting doakan saja yang paling baik untuk saya,” pungkas Ayu menutup pembicaraan dengan nada yang rendah hati.