Kisah Pilu Calvin Dores: Antara Nama Besar Deddy Dores dan Niat Ekstrem Menjual Mata Demi Bertahan Hidup
Jumat, 22 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik bayang-bayang kejayaan sang ayah sebagai maestro musik slow rock Indonesia, Calvin Dores menyimpan sebuah realita hidup yang jauh dari kata mewah. Belakangan, publik dikejutkan dengan kabar memilukan mengenai putra mendiang Deddy Dores tersebut yang secara blak-blakan menyatakan niatnya untuk menjual organ tubuh, yakni matanya, demi menopang beban ekonomi sulit yang kian menghimpit.
Ungkapan keputusasaan itu sempat ia unggah melalui Instagram Stories pribadinya. Meski akhirnya dihapus, jejak digital tersebut terlanjur memicu kekhawatiran publik. Calvin mengakui bahwa sejak kepergian sang ayah, pilar finansial keluarganya benar-benar goyah hingga mencapai titik nadir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Titik Nadir Sang Putra Legenda
Saat hadir dalam sebuah program televisi, Calvin menceritakan bahwa keputusan ekstrem tersebut bukanlah sebuah gimik. Baginya, ketika seluruh pintu usaha seolah tertutup, akal sehat terkadang kalah oleh tuntutan perut dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ia merasa berada di lorong gelap yang tak berujung.
“Segala aset sudah tidak ada lagi yang bisa dijual. Terkadang iman manusia itu fluktuatif. Padahal aslinya saya sangat positif, tapi momen itu terasa begitu berat karena sudah menumpuk terlalu lama,” ungkap Calvin dengan nada getir. Ia bahkan sempat beranalogi bahwa dengan atau tanpa mata, hidupnya saat ini terasa sama-sama gelap karena masalah finansial yang melilit.
Demi Uang Jajan Anak dan Pengobatan Ibu
Narasi pilu ini bukan tanpa alasan kuat. Calvin mengungkapkan bahwa anak-anaknya sempat tidak masuk sekolah selama tiga hari hanya karena ia tidak memiliki uang jajan untuk mereka. Biasanya, ia hanya mampu memberikan uang saku sekitar Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per hari untuk kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Tak hanya soal anak, kondisi kesehatan sang ibunda juga menjadi faktor utama yang menguras energinya. Dalam setahun terakhir, sang ibu tercatat harus menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 43 kali. Biaya medis yang membengkak membuat Calvin harus memutar otak lebih keras, termasuk dengan menjual karya lagunya secara “jual putus” untuk menyambung hidup.
Mitos Royalti dan Perjuangan di Garis Depan
Banyak pihak yang mempertanyakan mengapa putra seorang Deddy Dores masih harus berjuang keras di tengah royalti lagu-lagu legendaris sang ayah. Namun, Calvin menegaskan bahwa kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan orang awam. Proses tersebut rumit dan tidak bisa secara instan menutupi kebutuhan mendesak harian mereka.
Calvin sendiri mengklaim telah melakukan berbagai pekerjaan kasar demi bertahan hidup, mulai dari:
- Menjadi pengemudi ojek online atau sopir pribadi.
- Menawarkan jasa sebagai joki game online.
- Berupaya menjual lagu-lagu ciptaannya sendiri.
- Melamar pekerjaan ke berbagai tempat namun sering menemui jalan buntu.
Teguran dari Sang Buah Hati
Niat untuk melakukan tindakan ilegal dengan menjual mata tersebut akhirnya meluruh setelah Calvin mendapatkan teguran tulus dari sang anak. Pertanyaan polos dari putri bungsunya menjadi tamparan keras bagi Calvin untuk tetap bertahan dengan cara yang benar.
“Anak saya tanya, ‘Ayah mau jual mata? Kenapa?’. Di situ saya sadar, saya hanya tidak ingin mereka sesusah saya. Saya ingin berkorban apa saja untuk mereka, tapi ternyata cara itu salah,” pungkasnya. Kini, ia berusaha bangkit kembali dan mencari jalan keluar yang lebih bermartabat demi masa depan keluarganya di tengah terpaan kehidupan selebriti yang tak selalu indah.