Kilau Perhiasan Sandra Dewi Ludes Terjual, Koleksi Mewah Jadi Rebutan di Lelang Kejaksaan RI
Kamis, 21 Mei 2026 16:33 WIB
Kabarmalam.com — Riuh rendah suara ketukan palu juru lelang memecah keheningan di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan. Dalam gelaran bergengsi BPA Fair 2026, sejumlah koleksi perhiasan mewah milik Sandra Dewi yang menjadi aset rampasan negara resmi berpindah tangan. Barang-barang yang pernah menghiasi sang artis tersebut kini laku terjual dengan angka yang cukup fantastis, jauh melampaui harga limit yang ditetapkan.
Aset-aset yang dilelang ini merupakan hasil sitaan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, yang tak lain adalah suami dari Sandra Dewi. Tak hanya perhiasan emas, BPA juga memamerkan sederet tas bermerek dunia mulai dari Hermes, Dior, Chanel, hingga Louis Vuitton yang menjadi daya tarik utama bagi para kolektor dan peserta lelang.
Persaingan Sengit di Sesi Pertama
Sesi pertama lelang dimulai tepat pukul 11.00 WIB dengan total 21 lot yang ditawarkan kepada publik. Meski terdapat puluhan lot, keterbatasan teknis pada layar monitor membuat panitia hanya menampilkan enam lot utama sebagai primadona di panggung utama.
“Sesi pertama kita mulai dengan total 21 lot. Namun, karena keterbatasan layar, kami menampilkan 6 lot utama sebagai representasi di monitor utama,” ujar sang juru lelang di lokasi acara pada Kamis (21/5/2026).
Kejutan langsung terjadi pada lot pertama, sebuah gelang emas 18 karat dengan kode KRV054. Dibuka dengan harga limit Rp25,6 juta, persaingan penawaran antar peserta melonjak hingga akhirnya terjual di angka Rp30,6 juta. Kenaikan Rp5 juta di awal sesi ini seolah menjadi sinyal antusiasme tinggi para peserta terhadap barang rampasan dari kasus mega korupsi tersebut.
Logam Mulia dan Koleksi Emas Jadi Primadona
Tak berhenti di situ, sebuah kalung emas 17 karat dengan kode lot BPXZGO juga mencatatkan angka penjualan yang mengesankan. Dari harga pembukaan Rp9,5 juta, kalung tersebut akhirnya dilepas dengan harga Rp12,5 juta. Bahkan, paket perhiasan dengan kode 02J3WA yang sempat dikhawatirkan sepi peminat, justru laku terjual seharga Rp56,8 juta dari harga awal Rp47,8 juta.
Salah satu momen paling dinanti adalah lelang logam mulia seberat 100 gram. Barang investasi ini menjadi rebutan sengit hingga harganya meroket dari Rp275,3 juta menjadi Rp300,3 juta. Sementara itu, lot terakhir yang ditampilkan, sebuah gelang emas dengan desain eksklusif (kode TW2RND), mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar Rp19 juta, terjual di angka Rp77,4 juta dari limit awal Rp58,4 juta.
“Sepertinya ini perhiasan seri terbatas, itulah mengapa peminatnya berebut hingga harganya naik sangat signifikan,” tambah juru lelang sembari menutup sesi tersebut dengan kepuasan.
Buntut Kasus Korupsi Timah
Seluruh 21 lot pada sesi pertama dinyatakan habis terjual tanpa sisa. Keberhasilan lelang ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022. Harvey Moeis sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu aktor utama dalam skandal yang merugikan keuangan negara tersebut.
Nama Sandra Dewi pun terseret dalam pusaran kasus ini, di mana ia sempat menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi. Pihak kejaksaan mendalami aliran dana serta kepemilikan berbagai aset mewah yang diduga kuat bersumber dari tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh suaminya.
Lelang ini membuktikan bahwa aset-aset hasil kejahatan kini kembali ke tangan negara untuk kemudian dikonversi menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku tindak pidana korupsi di tanah air.