Kunci Kemandirian Ayana Moon: Siap Taklukkan Oxford University Tanpa Andalkan Beasiswa
Rabu, 20 Mei 2026 10:33 WIB
Kabarmalam.com — Di balik pesona estetik dan popularitasnya yang mendunia sebagai selebgram, Ayana Jihye Moon ternyata menyimpan ambisi intelektual yang luar biasa. Perempuan asal Korea Selatan ini membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar wajah di depan kamera, melainkan sosok yang sangat memprioritaskan pendidikan di atas gemerlapnya dunia entertainment.
Ayana secara terbuka menyatakan bahwa karier di industri hiburan hanyalah selingan di tengah kesibukannya sebagai pekerja kantoran dan akademisi. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pengembangan diri secara profesional dan intelektual.
“Saya tidak terlalu fokus bekerja di dunia hiburan. Keseharian saya adalah ke kantor. Jika ada pekerjaan di sini, saya jalani, lalu kembali lagi. Jadi, kenapa saya harus terpaku pada dunia entertainment?” ungkap Ayana saat ditemui oleh tim kami di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Membidik Kebijakan Publik di Universitas Oxford
Kini, di usianya yang menginjak 30 tahun, Ayana tengah bersiap memulai babak baru yang prestisius. Pada September mendatang, ia dijadwalkan terbang ke Inggris untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Oxford. Jurusan yang ia pilih pun tidak main-main, yakni kebijakan publik atau public policy, sebuah bidang yang selaras dengan latar belakang pendidikan sarjananya yang juga bersinggungan dengan ilmu politik.
Langkah besar menuju salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di dunia ini tentu memicu rasa penasaran publik, terutama terkait persiapan finansial dan tantangan akademis yang akan dihadapinya. Namun, Ayana menanggapi hal tersebut dengan kedewasaan dan ketegasan yang memukau.
Kemandirian Finansial: “Saya Punya Uang Sendiri”
Salah satu poin menarik yang ditekankan Ayana adalah mengenai kemandiriannya. Ketika ditanya apakah studinya di Oxford didukung oleh keluarga atau beasiswa, Ayana memberikan jawaban yang menunjukkan integritasnya sebagai seorang wanita mandiri.
“Saya sudah berusia 30 tahun, saya bukan anak SMA lagi. Saya juga sudah memiliki penghasilan sendiri,” tegasnya. Pernyataan ini seolah memutus spekulasi mengenai ketergantungan finansial dan menegaskan bahwa ia telah mempersiapkan tabungan yang cukup untuk membiayai pendidikannya sendiri di kampus impian tersebut.
Meskipun harus membagi waktu antara pekerjaan kantoran di Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan dengan jadwal kuliah yang padat, Ayana mengaku sangat menikmati ritme hidupnya yang dinamis. Baginya, bisa terus belajar dan bertemu dengan jaringan pertemanan baru adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai.
Saat ini, fokus Ayana Moon hanya satu: menyelesaikan pendidikan master di Oxford dengan hasil yang membanggakan. Tidak ada ritual persiapan yang berlebihan; ia hanya berkomitmen menjaga kesehatan fisik dan mental agar mampu menuntaskan amanah akademisnya dengan maksimal. Kisah Ayana menjadi pengingat kuat bahwa pendidikan dan investasi diri adalah aset jangka panjang yang paling berharga bagi siapapun.