Detik-Detik Terakhir Ibunda Fedi Nuril: Riwayat Penyakit dan Pesan Menyentuh Sebelum Berpulang
Rabu, 20 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana haru menyelimuti TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026). Aktor sekaligus musisi kenamaan, Fedi Nuril, tampak tegar saat mengantarkan sang ibunda tercinta, Hj. Gusmawati Nuril, ke tempat peristirahatan terakhirnya. Di balik prosesi pemakaman yang khidmat tersebut, tersimpan cerita perjuangan luar biasa almarhumah melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.
Usai prosesi pemakaman usai, Nanda Nuril yang merupakan kakak dari Fedi Nuril, memberikan keterangan secara rinci mengenai kronologi serta kondisi kesehatan sang ibu sebelum mengembuskan napas terakhir di kediamannya. Nanda mengungkapkan bahwa faktor usia yang akan menginjak 75 tahun pada Agustus mendatang menjadi salah satu pemicu menurunnya kebugaran fisik almarhumah secara signifikan.
Komplikasi Paru-Paru dan Perjuangan Melawan Rasa Sakit
Nanda menjelaskan bahwa ibundanya didiagnosis mengalami gangguan serius pada fungsi paru-paru. Kondisi ini berdampak pada kemampuan almarhumah dalam menelan makanan dan minuman. Berdasarkan arahan medis, almarhumah bahkan sempat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi susu ketimbang air putih, karena risiko air yang masuk ke saluran pernapasan sangat tinggi.
Kejadian kritis terjadi sesaat setelah makan, di mana sang ibu tiba-tiba tersedak. Nanda mengenang momen memilukan tersebut saat sang ibu memanggilnya dengan nada yang sangat kesakitan, sesuatu yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. “Nanda, tolongin mama dong, kesedak air putih,” ujar Nanda menirukan ucapan terakhir ibundanya yang saat itu tampak sangat menderita.
Permintaan Terakhir yang Berkesan dan Bimbingan Zikir
Di tengah kondisi yang sangat lemah, almarhumah tetap menunjukkan jati dirinya sebagai sosok yang rapi dan perfeksionis. Nanda menceritakan bahwa sang ibu masih sempat meminta dipakaikan pakaian yang serasi atau matching secara warna sebelum hendak dilarikan ke rumah sakit. Hal ini menjadi kenangan manis sekaligus unik bagi keluarga yang mengenal kepribadian almarhumah.
Namun, takdir berkata lain. Nanda menyadari bahwa sang ibu telah memasuki fase sakaratul maut. Dengan penuh ketenangan, ia membimbing sang bunda melafalkan zikir di detik-detik terakhirnya. Sambil menggenggam erat tangan ibunya, Nanda membisikkan doa dan ungkapan cinta serta permintaan maaf yang mendalam sebelum akhirnya sang ibu berpulang dengan tenang.
Riwayat Penyakit yang Tersembunyi
Lebih lanjut, pihak keluarga mengungkapkan bahwa penurunan kondisi kesehatan ini mulai terlihat sejak bulan Ramadan lalu. Berawal dari batuk berkepanjangan yang menyebabkan suara almarhumah menghilang, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya kelumpuhan pada salah satu pita suara. Tak hanya itu, pemeriksaan mendalam mengungkap adanya riwayat paru-paru basah yang selama ini tidak disadari oleh keluarga.
Kini, keluarga Fedi Nuril telah mengikhlaskan kepergian sang ibu. Meski duka masih terasa nyata, mereka merasa bersyukur karena dapat mendampingi saat-saat terakhir almarhumah dan melihatnya pergi dengan cara yang dinilai sangat mudah dan tenang.