Ikuti Kami
kabarmalam.com

Nostalgia Kontroversial: Dior Hidupkan Kembali Motif Koran di Panggung Cruise 2027 Los Angeles

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 19 Mei 2026 22:05 WIB
Nostalgia Kontroversial: Dior Hidupkan Kembali Motif Koran di Panggung Cruise 2027 Los Angeles

Kabarmalam.com — Gemerlap Hollywood kembali menjadi saksi bisu kebangkitan salah satu elemen paling provokatif dalam sejarah mode. Dalam peragaan busana Dior Cruise 2027 yang baru saja digelar, perhatian dunia tertuju pada sebuah aksesori yang membangkitkan memori kolektif tentang masa lalu rumah mode asal Prancis tersebut yang penuh drama.

Direktur Kreatif Jonathan Anderson memilih Los Angeles County Museum of Art (LACMA) sebagai kanvas untuk memamerkan koleksi Cruise perdananya bagi Dior. Area David Geffen Galleries disulap sedemikian rupa menyerupai set film klasik lengkap dengan pencahayaan dramatis dan jajaran mobil antik, menciptakan atmosfer yang kental dengan estetika sinematik dunia fashion kelas atas.

Langkah Strategis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Keputusan Dior untuk memboyong koleksi ini ke Amerika Serikat bukan sekadar soal estetika. Di balik kemegahan panggungnya, terselip strategi bisnis yang tajam. Menghadapi tantangan kebijakan pajak impor yang digagas Presiden Donald Trump, Dior berupaya memperkuat cengkeraman mereka di pasar AS. Dior tidak sendirian; kompetitor raksasa seperti Gucci dan Louis Vuitton juga mulai melirik New York sebagai destinasi krusial bagi koleksi mewah mereka.

Baca Juga  Baru Keramas Tapi Rambut Cepat Lepek? Ternyata Ini Sederet Penyebab Tak Terduga Menurut Pakar

Bagi Jonathan Anderson, Los Angeles adalah rumah kedua yang personal. Hubungannya dengan industri film bukan rahasia lagi, terutama setelah sukses merancang kostum untuk film ‘Challengers’ (2024). Anderson ingin membangun narasi di mana rumah mode dan industri film berkolaborasi dalam model bisnis yang baru dan lebih segar.

Kebangkitan Motif Koran yang Legendaris

Elemen yang paling mencuri perhatian dalam koleksi kali ini adalah kembalinya newspaper print atau corak koran. Motif ini bukanlah barang baru, melainkan sebuah penghormatan sekaligus provokasi yang pernah dipopulerkan oleh John Galliano pada tahun 2000 melalui koleksi ‘Fly Girl’.

Sejarah mencatat bahwa Galliano pernah memicu gelombang kritik saat merilis koleksi ‘Hobo’ yang terinspirasi dari kaum tunawisma di Paris. Kala itu, ia menampilkan busana yang menggunakan potongan koran International Herald Tribune sebagai corak utama. Meski kontroversial karena dianggap meromantisasi kemiskinan, motif ini justru menjadi ikon yang sangat dicari oleh para kolektor hingga saat ini.

Baca Juga  Bikin Haru! Desta dan Natasha Rizky Kompak Lebaran Bareng Anak, Netizen Auto Baper

Sentuhan Modern dalam Tas ‘Bow’

Di tangan Jonathan Anderson, motif koran ini hadir dengan nafas yang lebih modern dan elegan, teraplikasikan pada tas ‘Bow’—sebuah siluet baru yang ia perkenalkan sejak menjabat tahun lalu. Jauh sebelum era Galliano, desainer legendaris Elsa Schiaparelli sebenarnya sudah mengeksplorasi ide serupa pada tahun 1935 setelah melihat topi koran yang dikenakan oleh istri nelayan di Denmark.

Menariknya, tren ini tampaknya mulai menginfeksi rumah mode lain. Matthieu Blazy dari Chanel juga sempat menampilkan elemen serupa dalam koleksi terbarunya. Apakah ini pertanda bahwa tren busana bermotif koran akan kembali mendominasi jalanan kota-kota mode dunia? Kita tunggu saja perkembangannya di musim mendatang.

Baca Juga  John Travolta dan Topi Baret Ikonik: Sebuah 'Peran' Baru di Panggung Festival Film Cannes
Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com