Kontroversi Distorsi Sejarah Perfect Crown: IU dan Byeon Woo Seok Sampaikan Permohonan Maaf Mendalam
Senin, 18 Mei 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Jagat hiburan Korea Selatan tengah diguncang kontroversi serius terkait penayangan drama populer Perfect Crown. Dua bintang utamanya, IU dan Byeon Woo Seok, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka menyusul gelombang kritik pedas dari netizen terkait tuduhan distorsi sejarah yang muncul dalam alur cerita drama tersebut.
Puncak Polemik di Episode Penentuan
Drama yang mengusung tema monarki konstitusional fiksi di Korea Selatan ini awalnya memikat jutaan penonton melalui kisah cinta antara Seong Hui Ju (IU), seorang pewaris konglomerat, dan Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok). Namun, euforia tersebut berubah menjadi kecaman setelah penayangan episode ke-11 pada Jumat (15/5/2026). Penonton yang jeli menemukan detail fatal yang dianggap merendahkan kedaulatan sejarah Korea.
Dalam adegan penobatan Pangeran Agung Ian sebagai raja baru, sang pangeran terlihat mengenakan “guryumyeonryugwan” atau mahkota sembilan manik. Padahal, secara historis, mahkota tersebut merupakan simbol negara bawahan Tiongkok. Sebagai pemimpin dari negara merdeka, seharusnya karakter tersebut mengenakan “shipimyeonryugwan” atau mahkota dua belas manik. Tak hanya itu, seruan “Cheonse” (seribu tahun) yang diteriakkan rakyat dalam drama tersebut semakin memicu amarah, karena istilah itu merujuk pada status negara bawahan, bukannya “Manse” (sepuluh ribu tahun) yang merupakan pekikan kemerdekaan kedaulatan Korea.
Tanggung Jawab Moral IU dan Byeon Woo Seok
Menanggapi isu yang semakin memanas di drama Korea ini, IU tidak tinggal diam. Di tengah perayaan ulang tahunnya yang digelar bersamaan dengan acara nonton bareng episode terakhir, IU tertunduk lesu di hadapan para penggemarnya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (18/5/2026), kekasih Lee Jong Suk ini mengakui kelalaiannya dalam membedah naskah.
“Sebagai pemeran utama, saya merasa gagal menunjukkan sikap bertanggung jawab. Seharusnya saya lebih cermat mempelajari konteks sejarah dalam naskah ini. Saya merasa malu dan sangat menyesal atas ketidaktahuan saya,” tulis IU dalam pernyataan resminya. Ia juga berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih selektif dan kritis di masa depan.
Senada dengan IU, Byeon Woo Seok juga menyampaikan penyesalan mendalam melalui platform media sosialnya. Aktor yang tengah naik daun ini mengaku kurang mempertimbangkan bagaimana pesan dan konteks sejarah dalam Perfect Crown akan diterima oleh audiens global. Ia menyadari bahwa peran seorang aktor bukan sekadar berakting di depan kamera, melainkan juga memikul tanggung jawab atas pesan moral yang disampaikan kepada penonton mancanegara.
Reaksi Publik dan Tim Produksi
Meskipun tim produksi telah merilis permintaan maaf resmi dan berjanji akan mengevaluasi konten mereka, publik tetap terbelah. Sebagian netizen menyayangkan keputusan kedua bintang besar tersebut untuk menerima proyek ini tanpa riset mendalam. Namun, tak sedikit pula penggemar internasional yang memberikan dukungan, berargumen bahwa kesalahan teknis pada properti dan dialog sejarah sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis naskah dan sutradara.
Drama Perfect Crown memang sempat menjadi rekomendasi drama dengan rating tertinggi sebelum akhirnya tersandung skandal ini. Kini, industri hiburan Korea kembali diingatkan betapa sensitifnya isu kedaulatan sejarah, bahkan dalam karya fiksi sekalipun. Apakah permohonan maaf tulus dari IU dan Byeon Woo Seok mampu meredam kekecewaan publik? Waktu yang akan menjawabnya.