Barron Trump Rambah Dunia Bisnis, Minuman Energi SOLLOS Jadi Sorotan dan Tuai Kontroversi Harga
Selasa, 09 Jun 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Barron Trump, putra bungsu dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini tidak lagi sekadar berada di bawah bayang-bayang besar sang ayah. Di usianya yang masih sangat muda, Barron mulai memancarkan taringnya di dunia profesional dengan meluncurkan sebuah lini bisnis minuman berenergi yang diberi nama SOLLOS Yerba Mate. Namun, langkah perdananya ini langsung disambut dengan riuh rendah perdebatan publik, terutama terkait harga yang dipatok cukup tinggi.
Langkah Strategis dari Mahasiswa NYU Stern
Barron, yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa di NYU Stern School of Business, menunjukkan bahwa teori yang ia pelajari di bangku kuliah langsung dipraktikkan di lapangan. Ia menjabat sebagai salah satu direktur di perusahaan tersebut, berkolaborasi dengan sekelompok rekan dekatnya yang berusia antara 19 hingga 23 tahun dari kawasan South Florida. Kehadiran Barron Trump dalam struktur kepemimpinan ini menegaskan ambisinya untuk membangun imperium bisnisnya sendiri.
Produk debut dari SOLLOS bukanlah minuman biasa. Mengusung konsep premium, mereka menawarkan paket berisi 12 kaleng dengan perpaduan rasa eksotis nanas dan kelapa. Menggunakan bahan dasar teh herbal yerba mate organik asal Brasil, minuman ini juga diperkaya dengan pemanis alami seperti gula tebu, madu mentah, serta ekstrak buah monk. Dengan kandungan 120 mg kafein alami dan hanya 50 kalori, produk ini mencoba menyasar segmen gaya hidup aktif dan sehat.
Filosofi di Balik Nama SOLLOS
Tim SOLLOS mengungkapkan bahwa produk ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Florida yang gemar beraktivitas luar ruangan, mulai dari bermain tenis hingga berselancar. Menariknya, mereka memilih untuk tidak gegabah meluncurkan banyak varian rasa sekaligus. “Kami memilih untuk menyempurnakan satu rasa hingga benar-benar mencapai titik sempurna sebelum dilempar ke pasar,” ungkap perwakilan tim tersebut melalui platform profesional LinkedIn.
Nama SOLLOS sendiri memiliki makna yang cukup filosofis. Berakar dari kata “Sol” yang berarti matahari dalam bahasa Spanyol, nama tersebut kemudian dipadukan dengan kata yang sama namun ditulis terbalik menjadi “Los”, menciptakan harmoni visual dan makna yang berkaitan dengan energi matahari yang tak kunjung padam.
Kontroversi Harga dan Isu Sosial
Meski mengusung konsep premium, bisnis minuman milik Barron ini tak lepas dari kritik pedas. Harga paket perdana yang dibanderol sebesar US$39 atau sekitar Rp 630 ribu dianggap terlalu mahal bagi banyak orang. Sebagai perbandingan, di platform belanja Amazon, satu pak berisi 12 kaleng Red Bull hanya dijual pada kisaran US$17 hingga US$25. Selisih harga yang cukup mencolok ini memicu sentimen negatif di tengah meningkatnya biaya hidup di Amerika Serikat.
Tak berhenti di masalah harga, SOLLOS juga terganjal isu sensitif terkait kebijakan politik sang ayah. Penggunaan identitas budaya Amerika Selatan (Yerba Mate) dianggap ironis mengingat kebijakan imigrasi Donald Trump yang selama ini dikenal sangat ketat terhadap warga dari wilayah tersebut. Kritik tajam pun bermunculan di media sosial, salah satunya yang cukup vokal menyebutkan, “Menjual budayanya, tapi mendeportasi orangnya.”
Menanti Jejak Sang Ayah
Terlepas dari segala pro dan kontra yang mengiringi langkah awalnya, kehadiran SOLLOS menandai titik balik penting bagi Barron Trump. Publik kini menanti apakah pemuda bertubuh jangkung ini akan mampu mengelola bisnisnya hingga sesukses ayahnya, atau justru menciptakan standar baru dalam dunia usaha keluarga Trump. Perjalanan Barron di dunia bisnis internasional barulah dimulai, dan setiap langkahnya dipastikan akan terus menjadi konsumsi menarik bagi publik global.