Dilema Pelik Eza Gionino: Masih Suami Istri di Mata Hukum, Tapi Berpisah Secara Agama
Senin, 18 Mei 2026 13:35 WIB
Kabarmalam.com — Prahara rumah tangga yang menyelimuti aktor ternama Eza Gionino dan Meiza Aulia Coritha, atau yang akrab disapa Eca, akhirnya menemui titik terang namun menyisakan kebingungan yang mendalam. Setelah melewati proses hukum yang melelahkan di meja hijau, Eza secara terbuka membeberkan kondisi status pernikahannya yang kini terjebak dalam kontradiksi antara hukum negara dan keyakinan agama.
Keputusan terbaru dari Mahkamah Agung (MA) secara resmi telah menguatkan putusan pada tingkat sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa di mata hukum Republik Indonesia, Eza dan Eca masih berstatus sebagai pasangan suami-istri yang sah. Gugatan cerai yang sebelumnya dilayangkan oleh pihak istri dinyatakan tidak dikabulkan oleh hakim agung.
Antara Lembaran Negara dan Ikatan Spiritual
Meskipun secara administratif negara mereka belum bercerai, Eza Gionino mengungkapkan realita yang berbeda dari sudut pandang religi. Sebagai pemeluk agama Islam, Eza secara jujur mengakui bahwa ikatan pernikahan mereka sebenarnya telah terputus di hadapan Tuhan.
“Lima hari lalu putusannya keluar, menguatkan hasil yang sebelumnya. Jadi secara administratif, kita memang masih sah sebagai suami istri,” ungkap Eza saat memberikan keterangan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun, nada bicaranya berubah menjadi lebih reflektif saat membahas sisi spiritual. “Tapi bagaimana ya? Kita berdua muslim. Secara agama, sejujurnya kami sudah berpisah. Sekarang situasinya memang membingungkan bagi kami,” tambahnya.
Kilas Balik Konflik Persidangan
Keretakan rumah tangga pasangan ini mulai tercium publik saat Eca mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada 3 September 2025 silam. Perjalanan mencari keadilan ini berlangsung alot. Pada persidangan tingkat pertama, majelis hakim memutuskan untuk menolak permohonan cerai tersebut.
Tidak puas dengan hasil tersebut, pihak Meiza sempat menempuh jalur banding hingga akhirnya mencapai tahap kasasi di Mahkamah Agung. Namun, pada pertengahan Mei 2026, MA mengeluarkan putusan final yang menolak permohonan kasasi tersebut, sehingga mempertegas status hukum mereka yang tetap terikat dalam perkawinan.
Fokus pada Perbaikan Diri dan Buah Hati
Menyikapi kebuntuan status ini, Eza Gionino memilih untuk tidak terlalu memaksakan keadaan. Ia kini mengaku lebih fokus untuk membenahi kualitas hidupnya melalui pendekatan ibadah dan pola hidup yang lebih sehat. Baginya, ketenangan batin menjadi prioritas utama di tengah hiruk-pikuk masalah rumah tangga yang belum usai sepenuhnya.
Meski tidak lagi tinggal bersama sebagai pasangan dalam makna agama, Eza memastikan komunikasi dengan Eca tetap terjaga dengan baik. Hal ini ia lakukan semata-mata demi menjaga kesehatan mental dan pertumbuhan anak-anak mereka. Eza tampaknya ingin membuktikan bahwa meski hubungan romantis telah usai, tanggung jawab sebagai orang tua tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.