Tren ‘Eating Your Skincare’ Viral di TikTok: Rahasia Kulit Glowing Ternyata Berawal dari Piring?
Jumat, 15 Mei 2026 10:04 WIB
Kabarmalam.com — Pernahkah Anda membayangkan bahwa rahasia kulit glowing bukan lagi tersimpan di dalam botol serum mahal, melainkan di dalam keranjang belanjaan dapur? Belakangan ini, jagat media sosial TikTok tengah dihebohkan dengan fenomena “Eating Your Skincare”. Sebuah tren di mana para beauty enthusiast beralih dari penggunaan produk topikal ke konsumsi makanan yang dipercaya memiliki khasiat setara produk perawatan kulit kelas atas.
Tren ini memicu gelombang konten yang memperlihatkan para netizen menyesap jus wortel yang diklaim sebagai “retinol alami” untuk melawan penuaan dini, hingga menyantap ikan demi asupan kolagen dan omega-3 yang melimpah. Tak ketinggalan, konsumsi jeruk secara masif pun dilakukan demi mengejar pasokan Vitamin C agar wajah tampak lebih cerah tanpa bantuan filter kamera.
Menilik Hubungan Antara Pencernaan dan Kecantikan
Menurut pantauan tim Kabarmalam.com, fenomena ini sebenarnya memiliki dasar pemikiran yang menarik. Jess Sepel, seorang ahli gizi ternama sekaligus pendiri JSHealth Vitamins, menjelaskan bahwa inti dari gerakan ini adalah kesadaran bahwa kondisi kulit merupakan cermin dari apa yang terjadi di dalam tubuh kita. Khususnya, kulit seringkali menjadi indikator utama kesehatan sistem pencernaan seseorang.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Alicia Gonzalez-Fernandez, seorang praktisi estetika dari National Health Service Inggris, menegaskan bahwa nutrisi memang memegang peranan krusial dalam arsitektur kesehatan kulit. Konsep makanan sehat sebagai pengganti skincare pun naik daun karena dianggap lebih bersih, organik, dan memberikan hasil yang lebih mendalam dibandingkan hanya sekadar mengoleskan krim di permukaan wajah.
Bisakah Wortel Benar-benar Menggantikan Serum Retinol?
Pertanyaan besarnya adalah: apakah pola makan sehat sanggup menggeser posisi skincare konvensional? Lorraine Perretta, kepala nutrisi di Advanced Nutrition Programme, memberikan perspektif yang bijak. Ia menyebutkan bahwa perawatan kulit secara oral memang efektif jika didukung oleh konsumsi suplemen yang tepat. Data klinis menunjukkan bahwa asupan rutin vitamin C, karotenoid, dan polifenol memang memperkuat skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
Namun, para ahli memberikan catatan penting. Nicola Bradshaw, ahli herbal medis sekaligus ahli gizi, mengingatkan bahwa sains di balik tren ini tidak sesederhana video berdurasi 60 detik di TikTok. Meskipun wortel kaya akan vitamin A, cara kerja nutrisi tersebut di dalam tubuh berbeda secara fundamental dengan cara kerja serum retinol yang diformulasikan khusus untuk menembus lapisan dermis secara langsung dari luar.
Sinergi Antara Nutrisi Dalam dan Perawatan Luar
Alih-alih memilih salah satu, para pakar menyarankan pendekatan yang lebih holistik. Kulit adalah organ dua sisi yang membutuhkan perhatian dari dalam maupun luar agar hasilnya maksimal. Diet nutrisi dan perawatan kulit topikal seharusnya bekerja berdampingan seperti sebuah simfoni.
“Diet sehat saja tidak akan cukup untuk menangani semua masalah kulit, mengingat ada faktor genetik, paparan sinar matahari, hormon, dan kebiasaan hidup yang juga berpengaruh,” ujar Dr. Gonzalez-Fernandez. Ia menekankan bahwa kombinasi asupan bergizi dan aplikasi produk skincare yang tepat adalah kunci utama mendapatkan kulit impian.
Kesimpulan: Jangan Telan Mentah-Mentah Tren Media Sosial
Meskipun mengonsumsi asupan kaya kolagen dan vitamin sangat disarankan, Kabarmalam.com mengingatkan agar masyarakat tetap kritis terhadap informasi kecantikan yang beredar di media sosial. Konsultasi dengan ahli profesional tetap menjadi langkah terbaik sebelum mengubah pola makan atau rutinitas perawatan secara drastis.
Kesimpulannya, nutrisi dari makanan berperan dalam menyusun struktur kulit dan mendukung regenerasi sel dari dalam. Sementara itu, skincare topikal bertugas memberikan perlindungan instan dari radikal bebas dan menjaga hidrasi di permukaan. Dengan memadukan keduanya, Anda tidak hanya mendapatkan kulit yang cantik di pandang, tapi juga sehat secara fungsional.