Misteri Tarif Rp 3 Miliar Sekali Cukur: Chris Appleton Bongkar Alasan di Balik Biaya Fantastisnya
Senin, 11 Mei 2026 14:04 WIB
Kabarmalam.com — Dalam industri kecantikan global, nama Chris Appleton adalah jaminan mutu bagi penampilan rambut yang sempurna. Sebagai sosok di balik kemilau rambut Kim Kardashian hingga Jennifer Lopez, Chris baru-baru ini memicu diskusi hangat mengenai tarif jasanya yang disebut-sebut setara dengan harga satu unit rumah mewah.
Tarif Sensasional dan Reaksi Publik
Pria berusia 42 tahun ini menjadi perbincangan setelah mengaku bahwa tarif untuk layanan potong rambutnya bisa mencapai angka $200.000 atau setara dengan Rp 3,4 miliar. Dalam sebuah episode podcast Great Company With Jamie Laing, Chris sempat mengungkapkan rasa kikuknya setelah angka fantastis tersebut terungkap ke publik. Ia mengakui sempat merasa takut dan menyesal telah menyebutkan nominal tersebut karena gelombang kecaman yang datang dari netizen.
“Ya Tuhan, seharusnya aku tidak mengatakannya. Aku dihujat karena itu,” kenang Chris. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya ia mencoba menyebutkan angka yang lebih rendah, yakni $100.000, karena merasa canggung dengan desakan pertanyaan sang presenter. Namun, ia akhirnya memilih untuk jujur mengenai realita biaya yang ia tetapkan sebagai hairstylist profesional kelas dunia.
Bedah Biaya: Mengapa Begitu Mahal?
Bagi orang awam, angka miliaran untuk potongan rambut mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun, Chris memberikan penjelasan logis mengenai struktur biaya tersebut. Menurutnya, menjadi penata rambut pribadi selebritas papan atas melibatkan komitmen penuh dan perjalanan yang sangat intens.
Ia memaparkan bahwa tarif tersebut tidak sepenuhnya masuk ke kantong pribadi. Di Amerika Serikat, potongan pajak saja bisa mencapai 50 persen. Belum lagi komisi untuk agen sebesar 20 persen dan biaya manajer bisnis sebesar 5 persen. “Jadi, jika dihitung secara rinci, jumlah bersih yang diterima sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang,” tambahnya.
Sisi Lain Sang Maestro: Keraguan dan Imposter Syndrome
Meski telah mencapai puncak karier di industri gaya hidup dan kecantikan, Chris Appleton tetaplah sosok yang rendah hati. Ia mengaku sering kali mengerjakan proyek secara cuma-cuma atau tidak mendapatkan bayaran yang sesuai demi hubungan baik dan kreativitas. Menariknya, Chris juga secara terbuka membicarakan perjuangannya melawan imposter syndrome.
“Kita semua memiliki keraguan diri itu. Setiap pekerjaan yang aku lakukan, aku selalu merasa sedikit gugup dan cemas. Bahkan setiap video yang aku unggah di Instagram atau TikTok, ada rasa khawatir di dalamnya,” ujarnya tulus. Pengakuan ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap tarif miliaran rupiah, tersimpan dedikasi tinggi dan perfeksionisme yang terus menuntut Chris untuk memberikan yang terbaik bagi klien-kliennya.