Aksi Pengantin Subang Diarak Sisingaan Viral di Media Sosial, Bukti Tradisi Tetap Memikat di Era Modern
Jumat, 01 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah gempuran tren pernikahan bertema internasional, sebuah momen istimewa dari tanah Pasundan berhasil mencuri perhatian jutaan pasang mata di jagat maya. Sepasang pengantin di Subang, Jawa Barat, memilih untuk merayakan hari bahagia mereka dengan cara yang sangat autentik dan penuh karakter: menunggangi kesenian tradisional Sisingaan menuju pelaminan.
Aksi unik ini mendadak menjadi buah bibir setelah diunggah oleh akun TikTok @akunkitaaja25. Dalam potongan video yang telah menembus lebih dari 2,1 juta tontonan tersebut, terlihat kedua mempelai duduk dengan gagah di atas boneka singa hias yang didominasi warna kuning cerah. Diiringi ritme musik tradisional yang menghentak, para penari dengan penuh tenaga menggotong kedua mempelai, menciptakan suasana pesta rakyat yang meriah di tengah prosesi pernikahan viral tersebut.
Sentuhan Budaya Lokal di Hari Bahagia
Sosok mempelai wanita yang menjadi sorotan adalah Fitri Aprianti. Wanita berusia 26 tahun asal Subang ini menceritakan bahwa keputusannya bersama sang suami, Muhamad Rifki Mawardi, untuk menghadirkan Sisingaan adalah bentuk kecintaan mereka terhadap budaya lokal. Meski terlihat megah bak arak-arakan panjang, Fitri menjelaskan bahwa prosesi tersebut merupakan bagian transisi yang sakral setelah janji suci diucapkan.
“Itu video kami naik singa tepat setelah prosesi akad nikah. Jalurnya memang hanya dari area depan menuju singgasana pelaminan saja,” ungkap Fitri saat berbagi cerita mengenai hari spesialnya. Penampilan singa yang mencolok dengan mulut terbuka dan taring tajam memberikan nuansa artistik yang kontras namun indah dengan busana pengantin yang mereka kenakan.
Perpaduan Harmonis Tradisi dan Modernitas
Digelar di Grant House Subang pada Mei 2025 lalu, acara ini sukses memadukan nuansa adat Sunda yang kental dengan sentuhan resepsi modern. Fitri mengaku perasaannya campur aduk antara gugup dan bahagia saat diarak di atas singa hias tersebut, namun dukungan serta sorak-sorai tamu undangan membuat momen itu tak terlupakan.
Banyak warganet yang memberikan apresiasi tinggi atas pilihan konsep ini. “Pengantin cowoknya terlihat sangat bersemangat, ini pasti jadi momen yang sangat berkesan seumur hidup,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Tak sedikit pula yang merasa terinspirasi untuk kembali menghidupkan tradisi serupa dalam acara pernikahan mereka di masa depan.
Meskipun Sisingaan menjadi bintang utama di awal acara, Fitri memastikan bahwa keseluruhan resepsi tetap berjalan dengan gaya modern sesuai perkembangan zaman. Hal ini membuktikan bahwa elemen tradisional tidak pernah lekang oleh waktu dan justru mampu memberikan nilai estetika serta kebanggaan tersendiri bagi siapa pun yang berani menampilkannya di era digital saat ini.