Fenomena Mata Merah Usai Melahirkan: Antara Mitos Mengejan Sambil Merem dan Fakta Medisnya
Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB
Kabarmalam.com — Momen perjuangan seorang ibu dalam ruang persalinan seringkali menyimpan cerita yang tak terduga. Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh unggahan seorang wanita asal Pontianak, Kalimantan Barat, bernama Olivia Ardhita Passya (27). Usai melewati proses persalinan yang luar biasa, Olivia mendapati kedua matanya memerah pekat, sebuah kondisi yang kemudian ia duga terjadi akibat kesalahan teknik saat mengejan.
Melalui akun media sosialnya, Olivia berbagi kekhawatiran bahwa kondisi matanya tersebut merupakan dampak dari kebiasaannya memejamkan mata saat berusaha mendorong bayi keluar. “Kenapa sih bisa seperti ini? Ini akibat aku ngeden tapi matanya pejam. Sebenarnya tidak boleh pejam mata ketika ngeden,” tulisnya, yang kemudian menjadi viral dan memicu beragam reaksi dari para ibu lainnya.
Penjelasan Medis: Benarkah Harus Membuka Mata?
Menanggapi fenomena yang dialami Olivia, pakar kesehatan ibu dan kandungan, dr. I Gusti Ayu Sri Darmayani, SpOG, memberikan sudut pandang medis yang lebih mendalam. Menurut dr. Ayu, secara ilmiah sebenarnya tidak ada aturan kaku yang mewajibkan seorang ibu harus membuka atau menutup mata saat proses mengejan berlangsung.
Kunci utama dari keberhasilan mengejan yang aman bukanlah pada kelopak mata, melainkan pada arah tekanan yang dihasilkan. Dr. Ayu menekankan bahwa fokus utama tenaga harus diarahkan ke bagian bawah, serupa dengan gerakan saat buang air besar, bukan justru ditekan ke arah wajah atau kepala.
“Memang disarankan mata tetap terbuka agar ibu tetap fokus melihat ke arah bawah. Hal ini membantu mengurangi kecenderungan mengejan ke arah kepala dan mempermudah ibu dalam mengikuti instruksi dari tim medis,” jelas dr. Ayu saat memberikan keterangan terkait tips melahirkan yang tepat.
Mengenal Perdarahan Subkonjungtiva
Pecahnya pembuluh darah di area mata, yang secara medis dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva, sebenarnya terjadi karena adanya lonjakan tekanan yang tiba-tiba di area dada dan kepala. Saat seorang ibu menahan napas dengan cara yang kurang tepat saat mengejan, aliran balik vena dapat terhambat, yang pada akhirnya menyebabkan pembuluh darah kapiler yang halus di sekitar mata pecah.
Meskipun tampilannya cukup mengkhawatirkan karena warna merah yang kontras, dr. Ayu menenangkan bahwa kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Gejala ini biasanya tidak disertai rasa nyeri dan sama sekali tidak mengganggu fungsi kesehatan mata secara permanen.
- Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
- Tidak menyebabkan gangguan penglihatan yang serius atau kebutaan.
- Dapat muncul berupa bintik merah di wajah atau leher selain di area mata.
Risiko Tekanan Tinggi pada Retina
Meski kasus mata merah usai melahirkan tergolong ringan, dr. Ayu tetap mengingatkan adanya risiko lain jika tekanan saat mengejan terlalu ekstrem. Dalam beberapa kasus yang sangat jarang, tekanan yang melonjak mendadak bisa menyebabkan perdarahan pada retina. Jika hal ini terjadi, gejalanya bisa berupa penglihatan yang kabur untuk sementara waktu.
Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik pernapasan dan cara mengejan yang benar menjadi krusial bagi setiap calon ibu. Dengan koordinasi yang baik antara ibu dan tenaga medis, risiko komplikasi fisik seperti pecahnya pembuluh darah di mata dapat diminimalisir, sehingga momen kehadiran sang buah hati tetap menjadi kenangan yang indah sepenuhnya.