Koleksi Busana Vidi Aldiano Kini Jadi Ladang Pahala, Disumbangkan Harry Kiss untuk Para Ustaz
Selasa, 28 Apr 2026 13:04 WIB
Kabarmalam.com — Jejak kebaikan sering kali tertinggal melalui benda-benda yang pernah kita miliki. Hal inilah yang kini mewarnai kisah di balik koleksi pakaian milik penyanyi kenamaan Vidi Aldiano. Alih-alih membiarkannya tersimpan rapat di lemari sebagai kenangan semata, keluarga besar Vidi memilih untuk menyalurkan barang-barang tersebut agar tetap memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Harry Kiss, ayahanda Vidi, mengungkapkan bahwa sejumlah pakaian mulai dari baju harian hingga setelan jas milik putranya kini telah disumbangkan kepada para ustaz dan pemuka agama yang rutin berkunjung ke kediaman mereka. Langkah ini diambil agar barang-barang tersebut tidak menjadi mubazir dan justru menjadi ladang amal jariyah.
Pakaian Mewah yang Kini Menemani Ibadah Tahajud
Dalam sebuah kesempatan bincang-bincang pada Senin malam, Harry menjelaskan bahwa jumlah pakaian yang dibagikan tergolong cukup banyak. Koleksi yang diserahkan pun tidak sembarangan, mencakup berbagai model busana yang pernah dikenakan Vidi dalam berbagai kesempatan.
“Wah, saya tidak tahu persis jumlahnya. Yang pasti banyak sekali. Kemarin itu tidak cuma jas, tapi juga ada baju-baju Vidi lainnya,” ujar Harry Kiss dengan nada penuh syukur. Ia menambahkan bahwa barang-barang tersebut kini telah berpindah tangan kepada mereka yang sering mengisi kegiatan keagamaan di rumahnya.
Salah satu cerita menarik yang terungkap adalah bagaimana jas-jas mewah milik Vidi kini mendapatkan “tugas baru”. Harry menceritakan bahwa para ustaz tersebut kerap mengenakan jas peninggalan Vidi untuk melaksanakan ibadah khusus, termasuk salat tahajud. “Biasanya para ustaz itu kalau tahajud selalu pakai jas. Nah, kebetulan jas yang mereka gunakan sekarang adalah milik Vidi,” tambahnya.
Rutinitas Pengajian yang Menghidupkan Suasana Rumah
Pemberian busana ini dilakukan di sela-sela kegiatan pengajian yang rutin digelar oleh istri Harry Kiss. Dalam seminggu, rumah mereka bisa dua hingga tiga kali dihadiri oleh kelompok-kelompok pengajian dan penghafal Al-Qur’an. Pada momen-momen inilah, para ustaz ditawari untuk mencoba dan memilih pakaian yang sekiranya cocok dan muat untuk mereka gunakan.
“Istri saya mengundang para ustaz itu untuk melihat, kira-kira mana yang pas. Jadi kalau sudah cocok, silakan dibawa,” jelas Harry. Ia merasa sangat bahagia melihat barang-barang tersebut bisa terus dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan religius.
Akrab dengan Komunitas Penghafal Al-Qur’an
Harry juga menyinggung keterlibatan komunitas santri dari Sulaimaniyah dalam lingkaran sosial keluarganya. Komunitas yang berafiliasi dengan Turki ini memang dikenal dengan penampilan mereka yang sangat rapi dan identik dengan penggunaan jas dalam aktivitas sehari-hari.
“Mereka rapi-rapi sekali, sangat teratur. Mereka sering datang ke rumah untuk pengajian penghafal Quran. Istri saya merasa sangat nyaman dengan kehadiran mereka, sudah seperti kelompok sahabat sendiri,” pungkasnya. Dengan cara ini, Harry Kiss dan keluarga memastikan bahwa warisan materi yang ditinggalkan Vidi terus mengalirkan keberkahan, menemani setiap doa dan sujud para pencinta Al-Qur’an di setiap malamnya.