Ikuti Kami
kabarmalam.com

Hati-hati Layering! 5 Kombinasi Kandungan Skincare Ini Justru Bisa Merusak Wajah

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 27 Apr 2026 14:35 WIB
Hati-hati Layering! 5 Kombinasi Kandungan Skincare Ini Justru Bisa Merusak Wajah

Kabarmalam.com — Mengikuti tren perawatan kulit demi mendapatkan wajah yang glowing dan sehat memang menggiurkan. Teknik layering atau menumpuk beberapa produk skincare kini menjadi ritual wajib bagi banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa asal mencampur bahan aktif tanpa pemahaman yang tepat justru bisa menjadi bumerang?

Bukannya kulit impian yang didapat, kesalahan dalam mengombinasikan kandungan tertentu malah memicu iritasi parah, kekeringan kronis, hingga rusaknya skin barrier. Sebagai pengguna yang bijak, kita perlu memahami bahwa setiap bahan kimia dalam produk kecantikan memiliki karakteristik unik yang tidak semuanya bisa ‘akur’ saat bertemu di permukaan kulit. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima kombinasi bahan skincare yang wajib Anda hindari dalam satu rangkaian pemakaian.

1. Retinoid dan Glycolic Acid (AHA): Ancaman Iritasi Ganda

Retinoid, yang merupakan turunan dari vitamin A, dikenal sebagai senjata ampuh melawan penuaan dini. Begitu pula dengan AHA atau Glycolic Acid yang berfungsi mengeksfoliasi sel kulit mati. Namun, menggabungkan keduanya secara bersamaan adalah ide buruk. Dr. Elizabeth Bahar Houshmand, seorang pakar dermatologi asal Dallas, mengungkapkan bahwa kedua bahan ini memiliki efek samping yang serupa, yakni potensi iritasi tinggi.

Baca Juga  Aksi Kocak Shin Hye Sun dan Gong Myung dalam 'Filing for Love' Meledak, Simak Sinopsis dan Alasan Wajib Nonton!

Jika dipaksakan, kulit Anda berisiko mengalami pengelupasan yang berlebihan. Tips dari para ahli adalah dengan menggunakan retinol dan AHA pada hari yang berbeda atau secara selang-seling, terutama di malam hari, untuk menjaga kulit tetap kencang tanpa rasa perih.

2. Retinoid dan Benzoyl Peroxide: Saling Menetralkan

Bagi pejuang jerawat, Benzoyl Peroxide adalah penyelamat. Namun, jangan sekali-kali mencampurnya dengan retinoid dalam satu waktu. Brooke Sikora dari SkinCare Physicians menjelaskan bahwa Benzoyl Peroxide dapat menonaktifkan molekul retinoid, sehingga efektivitas anti-aging dari retinoid menjadi sia-sia.

Meski saat ini ada formulasi terbaru seperti tretinoin yang diklaim lebih stabil, langkah paling aman tetaplah membagi waktu pemakaiannya. Gunakan produk mengandung Benzoyl Peroxide di pagi hari untuk meredakan peradangan jerawat, dan simpan retinoid untuk ritual kecantikan malam hari Anda.

Baca Juga  7 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik untuk Kulit Bebas Jerawat dan Komedo

3. Retinoid dan Vitamin C: Pertarungan pH Kulit

Kombinasi ini sering kali memicu perdebatan, namun secara teknis keduanya sulit bekerja sama dengan harmonis. Vitamin C membutuhkan lingkungan yang asam agar bisa meresap sempurna, sementara retinoid bekerja lebih optimal pada tingkat pH yang lebih tinggi atau basa.

Untuk hasil maksimal, manfaatkan Vitamin C di pagi hari sebagai antioksidan pelindung dari polusi dan radikal bebas. Sementara itu, gunakan retinoid di malam hari karena sifatnya yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

4. Retinoid dan Salicylic Acid (BHA): Risiko Kulit Kering Akut

Serupa dengan konflik bersama AHA, penggunaan retinoid yang dibarengi dengan BHA atau Salicylic Acid dapat membuat kulit Anda kehilangan kelembapan alaminya secara drastis. Skin barrier atau pelindung kulit bisa rusak karena beban eksfoliasi dan pembaruan sel yang terlalu agresif.

Alih-alih menyamarkan garis halus, kombinasi ini justru bisa membuat tekstur kulit terlihat lebih tua dan kusam akibat dehidrasi berat. Pastikan Anda memberikan jeda yang cukup jika ingin menggunakan kedua bahan aktif ini dalam rutinitas mingguan Anda.

Baca Juga  Skandal Heboh: Kakak Jisoo BLACKPINK Ditahan Polisi Atas Dugaan Pelecehan Seksual

5. Sabun Pembersih Wajah dan Vitamin C

Mungkin terdengar sepele, namun pemilihan sabun cuci muka sangat memengaruhi kinerja serum Vitamin C Anda. Sebagian besar sabun pembersih memiliki sifat basa (pH tinggi) untuk mengangkat minyak, padahal Vitamin C memerlukan pH rendah (sekitar 3,5) agar aktif.

Menggunakan Vitamin C tepat setelah mencuci muka dengan sabun yang bersifat basa dapat menetralkan kandungan asamnya sebelum sempat terserap. Akibatnya, manfaat perlindungan kulit menjadi hilang. Pastikan kulit kembali ke pH normal atau gunakan toner penyeimbang sebelum mengaplikasikan serum Vitamin C kesayangan Anda.

Memahami cara kerja produk kecantikan adalah kunci utama dalam perawatan wajah yang sukses. Jika Anda merasa ragu atau memiliki kulit yang sangat sensitif, berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit adalah langkah terbaik sebelum mencoba berbagai teknik layering yang berisiko.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com