Ikuti Kami
kabarmalam.com

Polemik Lilin ‘Aroma Anak’ Meghan Markle: Antara Strategi Bisnis dan Amarah Istana Inggris

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 26 Apr 2026 19:35 WIB
Polemik Lilin 'Aroma Anak' Meghan Markle: Antara Strategi Bisnis dan Amarah Istana Inggris

Kabarmalam.com — Langkah terbaru Meghan Markle dalam dunia bisnis kembali memancing riak di perairan tenang Kerajaan Inggris. Melalui lini gaya hidup terbarunya, As Ever, sang Duchess of Sussex merilis koleksi lilin aromaterapi yang terinspirasi dari kedua buah hatinya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet. Namun, niat komersial ini justru berujung pada kritik tajam dan reaksi keras dari lingkungan internal istana.

Sentuhan Personal dalam Setiap Aroma

Lilin yang dibanderol dengan harga 64 dolar AS atau sekitar Rp1 juta per batang ini bukan sekadar pengharum ruangan biasa. Meghan Markle menggunakan kode angka yang sangat personal sebagai identitas produknya. Koleksi No. 506 merujuk pada tanggal lahir Archie (6 Mei), sementara No. 604 merupakan representasi dari tanggal lahir Lilibet (4 Juni).

Baca Juga  Memukau! Intip Gaya Sunday Rose Kidman Urban di Malam Prom: Kenakan Gaun Oscar de la Renta Ratusan Juta Rupiah

Dalam narasi promosinya, Meghan memberikan sentuhan emosional pada setiap varian. Signature No. 506 digambarkan memiliki aroma hangat yang memadukan jahe, neroli, dan cashmere—sebuah komposisi yang disebut-sebut sebagai penghormatan halus terhadap rambut merah putra sulungnya. Di sisi lain, Signature No. 604 menawarkan nuansa floral yang segar dengan paduan amber, santal, dan water lily, menciptakan atmosfer ruangan yang cerah dan ceria.

Reaksi ‘Keterlaluan’ dari Pihak Istana

Meski dikemas dengan estetika gaya hidup yang menawan, langkah ini memicu kecaman di London. Terungkapnya kabar bahwa Meghan dan Pangeran Harry telah mendaftarkan nama anak-anak mereka sebagai alamat email, akun media sosial, hingga domain situs web, semakin memperkeruh suasana. Pihak istana mempertanyakan etika di balik penggunaan identitas anak-anak yang menyandang gelar kerajaan untuk kepentingan profit.

Baca Juga  Deep Talk vs Meme War: Membedah Perbedaan Gaya PDKT Milenial dan Gen Z yang Unik

Seorang sumber internal kerajaan menyebut strategi pemasaran ini sebagai langkah yang “keterlaluan.” Ia menegaskan bahwa mendiang Ratu Elizabeth II selama hidupnya selalu menentang penggunaan gelar HRH (His/Her Royal Highness) untuk tujuan komersial. Meskipun Pangeran Harry dan Meghan telah sepakat tidak menggunakan gelar tersebut secara publik sejak 2020, status Archie dan Lilibet yang kini resmi tercantum dalam situs kerajaan sebagai pangeran dan putri tetap menjadi isu sensitif.

Privasi atau Komoditas?

Perdebatan pun meluas ke kalangan pengamat industri. Sementara banyak selebriti mendaftarkan nama anak mereka demi alasan keamanan, penggunaan nama tersebut untuk memasarkan produk dianggap sebagai wilayah abu-abu. “Pertanyaannya bukan lagi soal melindungi anak, tapi bagaimana nama dan gelar tersebut akan dikapitalisasi di masa depan,” ungkap seorang pakar branding.

Baca Juga  5 Rekomendasi Tas Gunung ala Korea yang Sedang Hits: Paduan Gaya Sporty dan Fungsionalitas Modern

Namun, pihak yang dekat dengan Meghan memberikan pembelaan. Mereka menyatakan bahwa koleksi lilin ini adalah bagian dari perayaan Hari Ibu yang bersifat sangat personal. Fokus brand As Ever memang terletak pada kehangatan rumah dan keluarga. “Meghan adalah seorang ibu. Dia tidak mengekspos wajah anak-anaknya secara berlebihan, namun ia ingin berbagi nilai-nilai kebersamaan melalui karyanya,” jelas sumber tersebut.

Perseteruan antara ambisi bisnis Keluarga Kerajaan Inggris di California dengan tradisi kaku di London tampaknya masih jauh dari kata usai. Lilin-lilin ini, meski harum bagi para penggemarnya, justru meninggalkan aroma ketegangan yang kian menyengat di koridor Istana Buckingham.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com