Ikuti Kami
kabarmalam.com

Pesona Syifa Hadju dan El Rumi dalam Balutan Busana Siraman: Harmoni Bridgerton dan Adat Nusantara

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 26 Apr 2026 16:04 WIB
Pesona Syifa Hadju dan El Rumi dalam Balutan Busana Siraman: Harmoni Bridgerton dan Adat Nusantara

Kabarmalam.com — Langkah menuju pelaminan pasangan selebriti Syifa Hadju dan El Rumi kini semakin dekat. Aura kebahagiaan terpancar jelas dalam rangkaian prosesi pengajian dan siraman yang baru saja mereka gelar. Namun, di balik kekhidmatan acara tersebut, ada satu hal yang mencuri perhatian publik secara luas: detail busana yang mereka kenakan. Bukan sekadar pakaian formal biasa, busana hasil mahakarya desainer kondang Didiet Maulana ini menyimpan filosofi mendalam yang memadukan estetika Barat dan Timur.

Sentuhan Bridgerton dalam Akar Tradisi

Didiet Maulana mengungkapkan bahwa konsep busana ini lahir dari kecintaan Syifa dan El terhadap serial populer Bridgerton. Estetika era Regency di Britania Raya sekitar tahun 1811 menjadi ruh utama dalam perancangan ini. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana gaya Eropa klasik tersebut dapat bersatu selaras dengan tradisi Indonesia yang sarat makna.

Baca Juga  Jejak Karier Gemilang IU: 9 Drama Korea Terbaik yang Wajib Ditonton, Terbaru 'Perfect Crown'

“Mereka bercerita sangat menyukai tema Bridgerton. Dari sana, saya mulai membayangkan bagaimana siluet Regency Era bisa berpadu dengan karakter tradisi kita, melambangkan kisah cinta mereka dalam setiap detail jahitan,” ungkap Didiet dalam narasinya.

Syifa Hadju: Keanggunan Biru Langit dan Simbolisme Tujuh Mata Air

Menyesuaikan dengan warna favorit El Rumi, Syifa Hadju tampil memesona dalam balutan kebaya modern berwarna biru langit yang lembut. Kebaya ini dirancang dengan siluet yang pas di tubuh, menonjolkan kesan feminin namun tetap sopan. Salah satu detail yang paling romantis adalah bordiran halus berbentuk inisial ‘ES’ di bagian belakang busana, sebuah tanda penyatuan dua insan.

Didiet juga menyematkan detail payet dalam tujuh gradasi warna yang berbeda. Hal ini bukan tanpa alasan; tujuh warna tersebut melambangkan tradisi siraman yang menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang berbeda. Penampilan Syifa disempurnakan dengan kain batik cokelat klasik dan tatanan rambut sanggul Jawa yang dihiasi ronce melati, memberikan kesan kebaya modern yang tetap membumi.

Baca Juga  Hati Seorang Ibu: Victoria Beckham Akhirnya Buka Suara Terkait Hubungan Dingin dengan Brooklyn

El Rumi: Gagah dalam Balutan Beskap Modern dan Rompi Regency

Tak kalah mencuri perhatian, El Rumi tampil berwibawa mengenakan Beskap Landung modern berwarna biru pastel yang senada. Beskap tersebut dihiasi bordir bermotif tumbuhan dan padi, sebuah simbol kemakmuran dan doa agar kehidupan rumah tangga mereka kelak selalu dilimpahi berkah.

Keunikan muncul pada pakaian yang dikenakan El saat prosesi siraman. Didiet merancang sebuah rompi atau waistcoat yang terinspirasi dari pakaian dalam pria era Regency. Menariknya, kain yang digunakan adalah kain motif jumputan yang tidak dicap, melainkan dibordir secara manual untuk menciptakan tekstur yang mewah. Penggunaan aksesori tradisional seperti blangkon dan bros semakin mempertegas karakter El sebagai pria Jawa yang modern namun tetap menghargai akar budayanya.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 15 April: Strategi Fokus Aries dan Pesan Bijak Taurus dalam Menghadapi Hari

Makna Tumbuh Bersama

Secara keseluruhan, fashion pengantin yang diusung oleh Syifa dan El dalam acara siraman ini adalah sebuah narasi tentang pertumbuhan. Motif tumbuhan yang menjalar di busana mereka adalah simbol doa agar babak baru kehidupan mereka terus tumbuh dengan indah, sakinah, mawaddah, dan warahmah. Perpaduan unik antara gaya bangsawan Inggris dan keanggunan keraton Jawa ini pun sukses menciptakan standar baru dalam busana prosesi pranikah di tanah air.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com