Getaran Hati Maia Estianty di Prosesi Siraman El Rumi: Sebuah Pesan Cinta Mendalam untuk Syifa Hadju
Sabtu, 25 Apr 2026 10:35 WIB
Kabarmalam.com — Suasana haru yang begitu mendalam menyelimuti prosesi siraman El Rumi menjelang hari bahagianya. Di tengah kekhidmatan ritual adat Jawa yang kental, Maia Estianty tampak tak kuasa membendung gejolak emosinya. Sang bunda memberikan wejangan menyentuh bagi putra keduanya itu sebelum ia resmi melangkah ke jenjang pernikahan bersama kekasih pilihannya, Syifa Hadju.
Momen sakral ini bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan menjadi panggung bagi Maia untuk meluapkan memori masa lalu yang sempat terkubur. Sambil menatap lekat wajah sang putra, Maia mengenang kembali lembaran pahit saat ia harus terpaksa berpisah dari anak-anaknya bertahun-tahun silam. Kenangan akan konflik perebutan hak asuh anak setelah perceraiannya dengan Ahmad Dhani seolah terputar kembali di benaknya.
“Di usiamu yang baru menginjak delapan tahun, takdir memaksa kita untuk berjarak. Perpisahan itu memang sementara, tapi luka yang ditinggalkan sungguh nyata, sayang,” tutur Maia Estianty dengan suara yang bergetar hebat, menggambarkan betapa beratnya masa-masa tersebut.
Kehilangan momen berharga untuk mendampingi tumbuh kembang anak secara fisik ternyata meninggalkan ruang kosong di hati istri Irwan Mussry ini. Selama bertahun-tahun, Maia harus berdamai dengan keadaan dan belajar menjadi sosok ibu yang mencintai dari jauh, tanpa bisa memberikan pelukan hangat setiap hari kepada buah hatinya.
“Dari hari-hari penuh air mata itu, Bunda belajar bagaimana caranya tetap menjadi ibu meski tidak bisa mendekapmu setiap waktu. Sampai detik ini, rasa itu masih membekas,” lanjutnya di hadapan para tamu undangan yang ikut terhanyut dalam suasana sedih.
Pesan Haru untuk Syifa Hadju
Dalam kesempatan yang sama, Maia secara khusus menitipkan sebuah amanah besar kepada calon menantunya, Syifa Hadju. Seolah ingin menebus waktu yang sempat hilang, Maia berharap Syifa bisa memberikan limpahan kasih sayang yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia berikan kepada El.
Sebuah permintaan sederhana namun sarat makna pun terucap dari bibir Maia. Ia meminta Syifa untuk menjadi pelabuhan kasih sayang yang utuh bagi El Rumi. “Untuk Syifa, Bunda titipkan El. Dulu mungkin Bunda tidak punya kesempatan untuk selalu memeluknya setiap hari. Maka, pesanku padamu, peluklah El sesering mungkin. Berikan dekapan yang hangat dan lama, jauh lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan, karena Bunda merasa belum cukup melakukan itu untuknya,” ucap Maia dengan penuh ketulusan.
Kisah ini menjadi bukti betapa besarnya kasih sayang seorang ibu yang melampaui ego dan masa lalu. Melalui prosesi siraman El Rumi ini, Maia Estianty seolah sedang melepaskan beban masa lalunya dan menyerahkan kebahagiaan sang putra ke tangan wanita yang ia percayai.