Perjalanan Spiritual Ashanty: Sempat Gagal Dua Kali, Kini Siap Tunaikan Ibadah Haji Mei 2026
Kamis, 23 Apr 2026 07:35 WIB
Kabarmalam.com — Penantian panjang dan kerinduan mendalam penyanyi sekaligus pengusaha sukses, Ashanty, untuk menunaikan rukun Islam kelima akhirnya menemui titik terang. Setelah melewati liku-liku rencana keberangkatan yang sempat tertunda berkali-kali, istri dari musisi kondang Anang Hermansyah ini dipastikan akan bertolak ke Tanah Suci pada bulan Mei 2026 mendatang.
Penantian Panjang Sejak 2018 dan Ujian Kesabaran
Langkah Ashanty menuju Baitullah sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2018 saat ia pertama kali mendaftarkan diri melalui program Haji Plus. Berdasarkan estimasi jadwal awal, ia seharusnya berangkat pada tahun 2024. Namun, rencana tersebut tidak dapat terealisasi karena berbagai kendala teknis.
Kegagalan yang berulang ini ternyata sempat mengguncang sisi emosional dan spiritual Ashanty. Ia mengaku sempat mengalami pergolakan batin dan mempertanyakan kualitas dirinya di mata Sang Pencipta ketika upayanya berangkat di tahun 2025 bersama Aurel Hermansyah juga kembali kandas akibat masalah kuota.
“Aku sempat merasa, apa aku kurang sholehah ya? Apa aku kurang baik? Sampai muncul perasaan bersalah, ‘apa salah aku ya’. Tapi akhirnya aku sadar, kalau Allah bilang belum saatnya berangkat, dipaksa seperti apa pun memang tidak akan bisa,” ungkapnya dengan nada haru saat ditemui di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Mengutamakan Panggilan Ibadah daripada Gelar Doktor
Titik terang akhirnya muncul di tahun 2026 ini. Ashanty mendapatkan kepastian keberangkatan melalui kuota resmi dari Kementerian Agama. Menariknya, jadwal keberangkatan pada bulan Mei tersebut bertepatan dengan momen krusial dalam karier akademisnya, yakni masa penyelesaian disertasi program S3 di Universitas Airlangga.
Demi menjaga kekhusyukan dalam menjalani ibadah haji, Ashanty mengambil keputusan besar dengan menunda jadwal ujian terbuka doktoralnya. Baginya, menyelesaikan rangkaian ibadah di Mekkah dan Madinah adalah prioritas utama yang harus diselesaikan sebelum ia menghadapi sidang akhir untuk pengukuhan gelar doktornya.
Persiapan Mandiri dan Kekuatan Doa Sahabat
Meski sang suami sudah memiliki pengalaman menunaikan ibadah haji sebanyak dua kali, Ashanty memilih untuk tetap belajar dari nol secara mandiri. Ia tidak ingin hanya sekadar ikut-ikutan, melainkan ingin memahami setiap prosesi ibadah dengan hati yang mantap.
Dukungan dari lingkungan terdekat pun terus mengalir deras. Banyak sahabat yang mengirimkan buku panduan manasik, perlengkapan ibadah, hingga titipan doa. “Persiapan spiritual tentu yang paling utama. Teman-teman masya Allah banget, mereka kirim buku, baju, sampai doa. Aku inginnya khatam dulu pemahamannya di sini, jadi saat berangkat nanti hati sudah tenang dan benar-benar fokus,” pungkas Ashanty penuh optimisme.
Kisah perjuangan Ashanty ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji memang merupakan ‘panggilan’ suci yang membutuhkan kesabaran ekstra dan kesiapan spiritual yang matang, melampaui segala rencana manusiawi.