Menelusuri Nasib Rumah Singgah Julia Perez: Antara Wasiat Mulia dan Realita yang Menghimpit
Rabu, 22 Apr 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Kenangan akan sosok mendiang Julia Perez atau yang akrab disapa Jupe, seolah tak pernah luntur dari ingatan publik. Namun, sebuah kabar pilu datang dari salah satu warisan paling berharga yang ia tinggalkan: rumah singgah yang ia peruntukkan bagi mereka yang membutuhkan. Bangunan yang berdiri di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur itu, kini dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan, sepi tanpa penghuni, dan mulai termakan usia.
Kabar mengenai kerusakan bangunan tersebut akhirnya memancing sang adik, Nia Anggia, untuk memberikan klarifikasi. Nia mengakui bahwa hunian yang menyimpan sejuta mimpi kakaknya itu memang sedang tidak dalam kondisi terbaiknya. Ada keinginan besar dari pihak keluarga untuk merestorasi bangunan tersebut agar kembali layak, namun niat mulia itu masih tertahan oleh dinding realita.
Terkendala Biaya dan Perawatan
Menurut Nia, keluarga sebenarnya tidak tinggal diam melihat kondisi rumah tersebut. Namun, proses renovasi memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Insyaallah, kalau memang nanti dananya sudah ada, kami berencana untuk memperbaiki rumahnya terlebih dahulu,” ungkap Nia saat berbagi cerita mengenai kondisi terkini aset peninggalan almarhumah.
Ketidakpastian mengenai masa depan rumah ini pun masih menyelimuti pihak keluarga. Saat disinggung apakah bangunan tersebut akan dialihfungsikan, disewakan, atau bahkan dijual untuk menutupi biaya perawatan, Nia Anggia belum bisa memberikan jawaban pasti. Ia menekankan bahwa segala keputusan besar terkait peninggalan Julia Perez ada di tangan sang ibunda.
“Mengenai kemungkinan apakah nantinya akan disewakan atau justru dijual, saya pribadi belum tahu pasti. Keputusan sepenuhnya ada pada mama saya,” jelasnya dengan nada tenang namun sarat beban emosional.
Mimpi Besar Jupe untuk Pejuang Kanker
Dibalik kondisi bangunan yang kini sunyi, tersimpan sebuah wasiat yang sangat menyentuh hati. Semasa hidupnya, Jupe selalu menyuarakan keinginannya agar rumah singgah tersebut menjadi tempat bernaung bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit kanker. Jupe ingin semangatnya dalam berjuang melawan sakit bisa menular kepada anak-anak tersebut melalui fasilitas yang ia bangun.
“Pesan almarhumah sebenarnya sangat jelas. Beliau ingin sekali rumah singgah ini terus berjalan dan bermanfaat untuk membantu anak-anak yang terkena kanker,” kenang Nia.
Sayangnya, mewujudkan impian besar di tengah keterbatasan bukanlah perkara mudah. Nia membeberkan bahwa ada dua faktor utama yang menjadi batu sandungan bagi keluarga untuk mengaktifkan kembali rumah singgah tersebut sesuai mandat Jupe: masalah finansial dan rumitnya proses perizinan.
“Kami di keluarga tentu ingin sekali mewujudkan itu, tapi apa daya, saat ini kami masih menghadapi kendala di dua hal tersebut, yaitu biaya perawatan dan juga masalah perizinan yang belum tuntas,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.
Kini, publik hanya bisa berharap agar peninggalan penuh makna dari seorang Julia Perez ini dapat segera menemukan jalan keluar, sehingga impiannya untuk membantu sesama tidak sekadar menjadi sejarah yang usang dimakan waktu.