Pesona Chow Yun Fat: Sosok ‘Miliarder Sandal’ Pemilik Aset Triliunan yang Setia Naik Bus Umum
Senin, 20 Apr 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Di jagat sinema Hong Kong, nama Chow Yun Fat bukan sekadar bintang film; ia adalah sebuah legenda hidup yang meredefinisi makna kekayaan. Di saat banyak pesohor berlomba-lomba memamerkan gaya hidup glamor, aktor yang dikenal luas lewat perannya dalam ‘Crouching Tiger, Hidden Dragon’ ini justru memilih jalan sunyi yang jauh dari kesan foya-foya. Meski menyandang status sebagai salah satu pesohor terkaya, ia justru lebih sering terlihat mengenakan sandal jepit dan menumpang transportasi umum.
Baru-baru ini, laporan dari media lokal HK01 kembali menghebohkan publik dengan mengungkap sisi kontras kehidupan sang bintang. Chow Yun Fat, yang kerap dijuluki sebagai ‘miliarder sandal’, ternyata memiliki portofolio properti dengan nilai fantastis, mencapai lebih dari HK$ 1 miliar atau setara dengan Rp 2,1 triliun. Namun, angka-angka nol yang berderet di rekeningnya tersebut seolah tidak mengubah jati dirinya sebagai warga biasa yang rendah hati.
Gurita Properti di Kawasan Elit Hong Kong
Meski tampil bersahaja, aset yang dimiliki pria berusia akhir 60-an ini tidak main-main. Laporan menyebutkan bahwa sang aktor legendaris ini menguasai setidaknya delapan properti mewah dan satu bidang tanah yang tersebar di titik-titik paling bergengsi di Hong Kong, mulai dari The Peak, Kowloon Tong, Prince Edward, hingga wilayah pesisir Sai Kung.
Salah satu aset ikoniknya adalah vila di kawasan Kowloon Tong yang dibelinya pada tahun 1990 silam. Saat itu, ia meminangnya dengan harga HK$ 14,7 juta. Siapa sangka, berkat lonjakan harga properti yang gila-gilaan, nilai pasar rumah tersebut kini diperkirakan menembus HK$ 200 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun—sebuah kenaikan nilai investasi yang mencapai 14 kali lipat dari harga aslinya.
Tak berhenti di situ, Chow juga memiliki kediaman super mewah di Sunshine Garden, The Peak. Dibeli seharga HK$ 128 juta pada 2010, properti ini sempat mencatatkan rekor harga tertinggi pada masanya. Lengkap dengan taman pribadi dan pemandangan laut yang memesona, rumah ini justru dilaporkan tidak pernah dihuni maupun disewakan, seolah dibiarkan menjadi monumen bisu dari kesuksesannya yang melimpah.
Filosofi Hidup Tanpa Belenggu Harta
Apa yang membuat publik jatuh cinta pada sosoknya bukanlah sekadar koleksi rumah mewahnya, melainkan bagaimana ia mampu melepaskan diri dari jeratan materi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rutinitasnya, Chow Yun Fat adalah pemandangan lazim di bus kota atau kereta bawah tanah. Ia tak segan mengantre di pasar tradisional, mengenakan pakaian sederhana, hingga tetap setia menggunakan ponsel model lama di tengah gempuran teknologi terbaru.
Bagi warga lokal Hong Kong, ia bukan sekadar superstar, melainkan sosok yang sangat membumi. Gaya hidup sederhana ini dibalut dengan kedisiplinan fisik yang luar biasa. Chow kerap terlihat mendaki gunung atau jogging di jalur pegunungan Hong Kong untuk menjaga kebugaran tubuhnya di usia senja. Setiap kali berpapasan dengan penggemar, ia dengan senang hati berhenti sejenak untuk berswafoto, membuktikan bahwa popularitas tidak harus membangun tembok tinggi antara idola dan pemujanya.
Kisah Chow Yun Fat mengingatkan kita semua bahwa kekayaan sejati tidak melulu soal berapa banyak vila yang kita miliki, melainkan pada keberanian untuk tetap menjadi manusia biasa yang bahagia dengan hal-hal sederhana.