Mengenang 40 Hari Vidi Aldiano, Habib Jafar: Ia Adalah Sosok ‘Martir’ yang Membahagiakan Orang Lain
Minggu, 19 Apr 2026 10:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana khidmat nan penuh haru menyelimuti Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026) malam. Di antara deretan pelayat yang hadir dalam peringatan 40 hari berpulangnya Vidi Aldiano, tampak sosok Habib Jafar Husein Al Hadar yang memberikan kesaksian menyentuh tentang perjalanan hidup sang musisi.
Habib Jafar, yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang merangkul anak muda, hadir untuk memberikan tausiah sekaligus mengenang memori indahnya bersama almarhum. Menurutnya, Vidi bukan sekadar publik figur biasa, melainkan pribadi yang memiliki dedikasi luar biasa dalam menjaga silaturahmi.
Definisi Nyata ‘Duta Persahabatan’
Julukan Duta Persahabatan yang melekat pada diri Vidi Aldiano rupanya bukan sekadar seloroh warganet. Habib Jafar menegaskan bahwa karakter utama Vidi adalah kemampuannya untuk selalu hadir bagi siapa saja yang membutuhkannya.
“Karakter utama Vidi itu adalah selalu berusaha hadir bagi siapa pun. Terutama untuk sahabat-sahabatnya, ia selalu mencoba untuk ada di sana,” ungkap Habib Jafar dengan nada getir. Ia menilai, kehadiran ratusan orang secara luring dan ribuan lainnya secara daring dalam tahlilan 40 hari ini merupakan ‘panen’ dari kebaikan yang selama ini ditanam oleh almarhum.
Bagi sang pendakwah, momen tahlilan ini adalah bentuk kehadiran balik dari para sahabat untuk Vidi. Sebagaimana diajarkan dalam Islam, doa-doa yang dipanjatkan dalam momen 40 harian ini menjadi hadiah terbaik bagi almarhum di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Menjadi ‘Martir’ di Tengah Rasa Sakit
Salah satu poin yang paling menggetarkan hati dari kesaksian Habib Jafar adalah bagaimana Vidi menyikapi perjuangannya melawan penyakit kronis. Meskipun raga digerogoti rasa sakit yang luar biasa, Vidi justru memilih untuk tetap tampil ceria dan menyebarkan energi positif.
“Ia seolah-olah menjadi martir yang merelakan rasa sakit itu dikonsumsi sendiri. Di depan orang lain, ia tetap ingin terlihat baik-baik saja dan membuat orang lain tersenyum. Itu sesuatu yang sangat memukau bagi saya,” tutur Habib Jafar mengenang kebersamaan mereka saat proses syuting beberapa tahun silam.
Dalam interaksi mereka, Habib Jafar mengungkapkan bahwa Vidi adalah sosok yang enggan dikasihani. Almarhum lebih memilih dianggap sebagai sahabat yang sehat, kuat, dan penuh semangat daripada dipandang sebagai orang sakit.
Kesaksian Atas Kebaikan Almarhum
Menutup kenangannya, Habib Jafar meyakini bahwa banyaknya orang yang bersaksi akan kebaikan Vidi merupakan tanda husnul khatimah. Dalam perspektif spiritual, cinta yang besar dari masyarakat dan sahabat adalah simbol bahwa almarhum memang sosok yang mulia selama hidupnya.
“Semua yang hadir di sini tulus. Kita semua ingin membahagiakan Vidi dalam wafatnya, sebagaimana ia telah membahagiakan begitu banyak orang semasa hidupnya,” pungkasnya. Kini, sang ‘Duta Persahabatan’ telah beristirahat dengan tenang, meninggalkan warisan berupa senyuman dan ketulusan yang akan selalu dikenang oleh industri hiburan tanah air.