Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru Cesen Eks JKT48 Raih Gelar Magister: Sempat Drop dan Nyaris Pingsan Saat Sidang

Darman | kabarmalam.com
Sabtu, 18 Apr 2026 09:34 WIB
Kisah Haru Cesen Eks JKT48 Raih Gelar Magister: Sempat Drop dan Nyaris Pingsan Saat Sidang

Kabarmalam.com — Kebahagiaan mendalam tengah menyelimuti Yansen Indiani, atau yang lebih akrab disapa Cesen. Istri dari komika ternama Marshel Widianto ini baru saja mengukir prestasi akademik gemilang dengan menyelesaikan studi strata dua (S2) di bidang Magister Terapan Pariwisata. Namun, di balik senyum sumringah saat mengenakan toga, tersimpan narasi perjuangan yang menguras emosi dan ketahanan fisiknya.

Cesen secara terbuka membagikan momen dramatis yang ia alami selama proses menuju kelulusan. Mantan personel JKT48 ini mengaku bahwa kondisi kesehatannya sempat menurun drastis akibat tekanan mental dan kelelahan yang luar biasa saat menghadapi meja hijau.

Perjuangan Fisik di Balik Meja Sidang

Bagi Cesen, mendapatkan gelar magister bukanlah perkara mudah. Ia menceritakan bagaimana adrenalin yang memuncak membuatnya abai terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Pada hari penentuan tersebut, ia harus berjuang melawan rasa lemas yang hebat.

“Kemarin itu aku menjalani sidang S2 dengan membawa project, bukan tesis biasa. Rasanya benar-benar lemas, tubuh gemetar, bahkan nyaris pingsan karena lambung terasa sangat perih akibat seharian tidak menyentuh makanan,” ungkap Cesen saat ditemui tim redaksi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Aksi Nekat Oki Rengga Tanpa Stuntman di Film Tiba-Tiba Setan Berujung Luka Memar

Ketegangan itu kian memuncak karena jadwal yang molor. Datang sejak pukul satu siang, Cesen baru mendapatkan giliran maju di hadapan penguji pada pukul setengah lima sore. Penantian panjang dalam kondisi perut kosong dan rasa was-was mendengar cerita rekan sejawat yang “dicecar” dosen penguji membuat mentalnya benar-benar diuji.

Menyeimbangkan Pendidikan dan Urusan Domestik

Tak hanya kendala saat hari H sidang, perjalanan akademik Cesen juga diwarnai dengan berbagai dinamika kehidupan pribadi. Ia mengungkapkan bahwa jadwal seminar proposal (sempro) bertepatan dengan momen sulit di mana dirinya dan sang suami harus bergantian masuk rumah sakit.

“Setelah aku pulih dari sakit, giliran Marshel yang harus menjalani operasi. Tidak lama setelah itu, jadwal sempro keluar. Benar-benar situasi yang menuntut fokus tinggi. Meski waktu bimbingan sangat terbatas karena banyak hal yang harus diurus, puji Tuhan semuanya bisa selesai tepat waktu,” kenangnya dengan nada haru.

Baca Juga  Kemenangan Denada di PN Banyuwangi: Gugatan Penelantaran Anak Resmi Ditolak Hakim

Membayar ‘Hutang’ Masa Lalu

Gelar S2 ini bukan sekadar mengejar gengsi bagi Cesen. Ini adalah bentuk pembuktian sekaligus perwujudan mimpi yang sempat tertunda selama belasan tahun. Dahulu, ia sangat ingin menempuh pendidikan di SMK Pariwisata, namun ambisi itu harus dikubur dalam-dalam karena jadwal padatnya bersama grup idola JKT48.

“Dulu ingin masuk SMK Pariwisata tapi terkendala aturan PKL yang tidak memungkinkan karena jadwal di JKT48 sangat sibuk. Akhirnya, mimpi tentang dunia pariwisata itu baru bisa aku wujudkan sekarang di jenjang pascasarjana,” tuturnya menjelaskan motivasi di balik pemilihan jurusannya.

Enggan Jadi Dosen, Pilih Jadi Relawan

Meski kini telah menyandang gelar mentereng dan mulai mendapatkan tawaran untuk mengajar sebagai dosen, Cesen memilih untuk tidak terburu-buru mengambil peluang tersebut. Jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya lebih tertarik untuk terjun langsung ke lapangan.

Baca Juga  Langkah Mandiri Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Bangun Hunian Baru, Reza Artamevia: Masyaallah, Allahumma Barik

“Untuk saat ini, aku lebih tertarik menjadi relawan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan daripada menjadi akademisi yang berada di balik meja,” tegasnya.

Marshel Widianto: Bangga Sekaligus Terlecut Motivasi

Keberhasilan Cesen tentu membawa kebanggaan tersendiri bagi Marshel Widianto. Di sisi lain, Marshel secara berkelakar mengaku merasa sedikit minder melihat pencapaian pendidikan sang istri, mengingat dirinya adalah lulusan SMK.

“Jujur, ada rasa bangga sekaligus minder yang luar biasa. Istri sudah S2, sedangkan saya masih lulusan SMK. Tapi ini menjadi motivasi besar bagi saya. Rencananya, tahun ini saya juga ingin mulai menempuh pendidikan kuliah,” pungkas Marshel sembari memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegigihan sang istri.

Tentang Penulis
Darman
Darman