Aksi Protes Nyeleneh! Pegawai Ini Nekat Tidur 5 Jam di Meja Kerja Karena Gaji Tak Sebanding
Jumat, 17 Apr 2026 08:35 WIB
Kabarmalam.com — Isu mengenai upah yang tidak sebanding dengan beban kerja seringkali menjadi api dalam sekam di dunia kerja. Namun, alih-alih melakukan demonstrasi atau bernegosiasi secara formal, seorang karyawan wanita di China justru memilih jalur protes yang sangat tidak lazim: tidur pulas selama lima jam tepat di meja kerjanya.
Kisah yang memicu perdebatan hangat di jagat maya ini bermula dari unggahan curhatan seorang pekerja di sebuah perusahaan di Shangqiu, Provinsi Henan. Wanita tersebut merasa diperlakukan tidak adil oleh atasannya, terutama terkait nominal gaji bulanan yang dianggap jauh dari kata layak. Merasa aspirasinya tidak didengar, ia memutuskan untuk menerapkan prinsip “ada harga, ada rupa” dengan cara yang ekstrem.
Dilansir dari laporan Haichao News, aksi nekat ini baru terungkap setelah sang atasan memberikan teguran keras. Bukannya merasa bersalah karena tertangkap basah tidur di jam kantor, wanita tersebut justru menangis tersedu-sedu di media sosial dan mengeluhkan ancaman pemecatan yang diterimanya. Ia bahkan bersikeras akan terus melanjutkan aksi tidurnya tersebut sebagai bentuk protes gaji agar perusahaan mengerti konsep keadilan upah.
Drama Cokelat yang Nyaris Berujung Fatal
Ketegangan di kantor tersebut memuncak ketika terungkap fakta bahwa sang pegawai tidak sekadar tidur. Setelah terbangun dari tidur siangnya yang panjang, ia dengan santainya mengambil camilan cokelat dari meja bosnya untuk dikonsumsi sendiri. Kejadian ini ternyata berdampak fatal bagi sang atasan yang diketahui menderita glukopenia atau kondisi gula darah rendah.
Sang bos dilaporkan nyaris pingsan karena tidak memiliki cadangan gula darah setelah stok cokelat daruratnya diambil tanpa izin. “Bos saya sangat marah. Dia bahkan menuduh saya berniat membunuhnya dan mengancam akan memecat saya. Bagi kalian yang menghujat, kalian tidak akan mengerti bagaimana rasanya menjadi orang dengan gaji yang sangat rendah,” tutur wanita tersebut membela diri dalam videonya.
Reaksi Netizen dan Tinjauan Etika Kerja
Meskipun ia berharap mendapatkan simpati, mayoritas pengguna media sosial di China justru berbalik mengkritiknya. Banyak yang menilai tindakannya telah melampaui batas etika kerja yang profesional. Logika sederhana para netizen menyoroti bahwa jika jam kerja efektif adalah delapan jam, dan ia menggunakannya lima jam untuk tidur, maka kontribusinya kepada perusahaan praktis hampir nol.
“Tidak ada bos di dunia ini yang bisa menoleransi karyawan yang tidur lima jam, makan siang, lalu pulang. Itu berarti Anda hanya bekerja kurang dari dua jam sehari,” tulis salah satu netizen dengan nada satir. Sebagian lainnya menyarankan agar ia lebih baik mencari pekerjaan baru daripada merusak reputasi profesionalnya sendiri.
Bahaya Tidur Siang Terlalu Lama
Terlepas dari konflik produktivitas, tindakan tidur siang selama lima jam juga tidak baik dari sisi medis. Merujuk pada laporan dari CCTV, durasi tidur siang yang ideal sebenarnya tidak boleh lebih dari 30 menit untuk menjaga kebugaran tubuh. Tidur siang yang terlalu lama justru dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung, stroke, hingga perlemakan hati.
Kisah ini menjadi pengingat bagi para pekerja dan pemberi kerja bahwa komunikasi yang transparan mengenai ekspektasi gaji dan kinerja adalah kunci, guna menghindari aksi-aksi kontraproduktif yang merugikan kedua belah pihak.