Emosi Cita Rahayu Meledak di Persidangan: Bela Bayi Teman yang Teraniaya, Tolak Normalisasi Kekerasan
Rabu, 15 Apr 2026 14:07 WIB
Kabarmalam.com — Langkah tegap penyanyi Cita Rahayu memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bukan sekadar bentuk solidaritas biasa. Pelantun tembang ‘Niscaya Nirkala’ ini hadir sebagai saksi kunci atas kasus dugaan penganiayaan dan perusakan yang menimpa sahabatnya, Rafika Nurhadi. Di hadapan majelis hakim, Cita tak mampu menyembunyikan rasa emosinya saat mengenang kembali peristiwa kelam yang terjadi di salah satu restoran di Pondok Indah Mall (PIM) beberapa waktu lalu.
Keadilan untuk Sang Buah Hati
Kasus yang menyeret pria berinisial JBB ini menjadi sangat sensitif karena melibatkan tindakan yang dianggap tidak manusiawi terhadap bayi yang baru berusia tujuh bulan. Cita mengungkapkan kekecewaan mendalam atas perilaku terdakwa yang diduga meludahi dan melempar gelas ke arah anak temannya tersebut. “Saya berdiri di sini bukan hanya karena membela teman, tapi saya mendukung kebenaran. Apa yang terjadi di TKP itulah yang benar-benar saya alami bersama teman saya,” tegas istri dari Didi Mahardika tersebut.
Menurut penuturan Cita, kejadian tersebut bukan sekadar perselisihan biasa, melainkan sebuah bentuk intimidasi yang mengerikan terhadap ibu dan anak. Ia merasa memiliki kewajiban moral untuk mengawal kasus ini hingga tuntas agar tidak ada lagi oknum yang merasa bisa bertindak semena-mena di ruang publik, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak bayi.
Kritik Atas Jalannya Proses Hukum
Meski merasa lega telah memberikan keterangan secara langsung, Cita Rahayu tetap melontarkan kritik pedas terkait jalannya proses hukum. Ia mencium adanya ketimpangan dalam pemanggilan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian saat itu. Cita menyayangkan mengapa beberapa pihak yang jelas-jelas hadir dan menyaksikan langsung kejadian tersebut justru tidak dimintai kesaksiannya oleh pihak berwenang.
“Apalagi ada beberapa orang yang justru tidak diajak untuk ikut memberikan keterangan dan kesaksian. Padahal jelas-jelas ada perempuan yang datang ke meja saya saat itu, tapi dia tidak dimintai keterangan,” tuturnya dengan nada kecewa. Baginya, setiap detail dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan harus diungkap secara transparan tanpa ada yang ditutup-tupi agar keadilan bisa tegak lurus.
Tolak Normalisasi Kekerasan di Indonesia
Bagi Cita, kasus ini adalah representasi dari masalah yang lebih besar di tanah air. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh menutup mata atau menganggap remeh tindakan pelecehan maupun kekerasan, sekecil apa pun bentuknya. Cita mengajak publik untuk berhenti menormalisasi tindakan kasar terhadap perempuan dan anak di bawah umur yang sering kali terjadi di tempat umum.
“Jangan sampai bangsa kita menormalisasi tentang pelecehan dan kekerasan terhadap ibu dan anak,” katanya penuh penekanan. Ia berharap hukum di Indonesia bisa memberikan perlindungan nyata bagi para korban tanpa memandang status sosial.
Tanggapan Cita Terkait Isu ‘Backing’ dan Power
Di tengah perjuangannya mencari keadilan bagi Rafika, muncul isu miring yang menyebutkan bahwa Cita dan suaminya menggunakan pengaruh atau ‘backing’ untuk mengintervensi kasus ini. Namun, hal itu langsung dibantah dengan tegas oleh sang penyanyi. Cita menjelaskan bahwa keterlibatannya dan sang suami murni demi tegaknya kebenaran.
“Mudah-mudahan masalah ini bisa selesai secara hukum yang adil dan bijak. Kalau dibilang saya beking, saya siapa? Saya tidak ada power. Katanya suami saya mem-back up? Suami saya itu hanya membela yang benar secara terang benderang. Siapa pun yang benar saya akan kawal,” pungkasnya menutup pernyataan di hadapan awak media.