Buntut Unggah Video Call Nakal, Clara Shinta Hadapi Somasi Fantastis Rp 10,7 Miliar
Selasa, 14 Apr 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Prahara yang menyelimuti kehidupan pribadi selebgram Clara Shinta kini memasuki babak baru yang kian pelik. Alih-alih mendapatkan ketenangan setelah membongkar dugaan skandal asusila, ia justru mendapatkan serangan balik berupa somasi dengan nilai tuntutan yang sangat fantastis.
Di tengah upayanya untuk menata hati dan menjauh sejenak dari hiruk-pikuk media sosial, Clara dikejutkan oleh surat resmi dari pihak Indah Rahmadani. Perempuan yang sebelumnya ia tuding terlibat dalam aksi video call tidak senonoh tersebut, kini melayangkan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 10,7 miliar sebagai bentuk perlawanan hukum.
Sanksi Sosial yang Berujung Bumerang Hukum
Ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Clara mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka langkahnya memberikan sanksi sosial melalui unggahan di Instagram akan berbuntut panjang. Ia mengakui bahwa keputusannya mempublikasikan konten tersebut adalah luapan emosi sebagai seorang istri yang merasa dikhianati.
“Pada saat saya mencoba mencerna semua ini dan mulai kembali aktif di Instagram untuk melanjutkan hidup, saya justru menerima surat somasi. Jujur, sebelumnya saya tidak mengambil langkah hukum apa pun karena saya pikir sanksi sosial sudah menjadi hukuman yang sangat berat bagi saudari Indah,” tutur Clara dengan nada getir pada Selasa (14/3/2026).
Tuntutan Ganti Rugi Rp 10,7 Miliar
Namun, pihak Indah Rahmadani tampaknya memiliki pandangan hukum yang berbeda. Dalam somasinya, Indah mengklaim bahwa tindakan selebgram tersebut telah merusak kondisi psikisnya secara mendalam dan menghancurkan reputasi serta pekerjaannya. Angka Rp 10,7 miliar pun muncul sebagai kompensasi atas kerugian materiil dan immateriil yang diklaim diderita oleh Indah.
“Saya dituntut mengganti rugi karena dianggap mengganggu psikis dan pekerjaannya dengan nilai yang fantastis, Rp 10,7 miliar. Saya menyadari tindakan hukum ini muncul karena postingan saya, tapi saya tidak akan mungkin mem-posting sesuatu jika tidak ada tindak kejahatan atau pelanggaran yang memicu hal tersebut,” tegas Clara membela posisinya.
Memilih Menepi dari Pekerjaan demi Fokus Masalah
Dampak dari kasus viral ini pun mulai merembet ke urusan profesional Clara. Demi menjaga kesehatan mental dan integritasnya, ia memutuskan untuk membatasi kerja sama komersial dengan berbagai pihak hingga situasi mereda. Clara mengaku ingin lebih fokus menghadapi sengkarut hukum ini tanpa harus terbebani oleh tuntutan pekerjaan baru di tengah badai masalah.
“Saya berempati terhadap diri saya sendiri untuk tidak mengambil kerja sama apa pun dalam waktu dekat, kecuali untuk tanggung jawab pekerjaan yang memang sudah ada sebelumnya,” tambahnya.
Luka Seorang Istri yang Dikhianati
Di balik ketegarannya di hadapan media, Clara Shinta tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya yang mendalam. Baginya, situasi ini adalah mimpi buruk bagi istri mana pun. Ia juga menyadari bahwa dalam kasus video call nakal ini, kesalahan tidak hanya terletak pada pihak ketiga, melainkan juga pada pasangannya sendiri.
“Nggak ada satu pun istri yang rela melihat suaminya menonton ada perempuan yang bertelanjang di depan dia. Dan saya menyadari kesalahan ini bukan hanya terjadi pada saudari Indah, itu juga terjadi pada suami saya sendiri,” pungkasnya menutup pembicaraan.