Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi Sarkas Zhazha: Presenter E-Sports yang ‘Menghitamkan’ Diri Usai Dikritik Terlalu Seksi

Jurnal | kabarmalam.com
Selasa, 14 Apr 2026 08:07 WIB
Aksi Sarkas Zhazha: Presenter E-Sports yang 'Menghitamkan' Diri Usai Dikritik Terlalu Seksi

Kabarmalam.com — Panggung E-sports internasional baru-baru ini diguncang oleh aksi yang tidak biasa dari seorang presenter kenamaan, Zhazha. Sosok yang dikenal sebagai komentator di ajang NBPL Spring Season ini mendadak menjadi pusat perhatian bukan karena kepiawaiannya memandu jalannya pertandingan, melainkan karena caranya yang ekstrem dalam merespons kritik pedas terkait gaya busana yang ia kenakan.

Zhazha, yang selama ini dikenal dengan citra feminin dan sering tampil mengenakan rok atau gaun pendek yang menonjolkan kaki jenjangnya, mendapati dirinya berada di tengah pusaran kontroversi. Meski penampilannya dianggap elegan oleh sebagian penggemar, tak sedikit penonton yang melayangkan protes keras. Mereka menilai pilihan busana Zhazha terlalu minim dan tidak pantas untuk siaran langsung.

Tuduhan Tekanan Penyelenggara dan Klarifikasi Zhazha

Gelombang kritik di kolom komentar tidak hanya menyerang sang presenter, tetapi juga menyasar pihak penyelenggara acara. Banyak netizen yang berasumsi bahwa Zhazha dipaksa mengenakan pakaian minim demi mendongkrak rating acara. Spekulasi ini semakin liar ketika beberapa penonton menyadari warna kulit kaki Zhazha yang tampak membiru saat siaran berlangsung, yang kemudian dikaitkan dengan masalah sirkulasi darah akibat tuntutan berpakaian tertentu.

Baca Juga  Bukan Editan! Rahasia di Balik Foto Ultah 'Sultan' Wanita Jember yang Viral di Tengah Sawah

Namun, Zhazha dengan tegas menepis kabar burung tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa seluruh pilihan busana yang ia kenakan adalah atas keinginannya sendiri dan merupakan bentuk ekspresi pribadinya. Bukannya mereda, pernyataan jujur ini justru memicu serangan baru dari para pembenci (haters) yang menganggapnya sengaja mencari perhatian lewat penampilan seksi.

Respons Ekstrem: Menghitamkan Seluruh Tubuh

Menghadapi kejengahan atas komentar negatif yang terus mengalir, Zhazha memilih cara yang sangat satir untuk membungkam para pengkritiknya. Dalam sebuah sesi pertandingan terbaru, ia muncul dengan penampilan yang membuat pemirsa terperangah. Alih-alih beralih ke pakaian tertutup yang konvensional, Zhazha justru melapisi tubuhnya dengan pakaian ketat serba hitam dan mengecat wajahnya hingga gelap gulita.

Baca Juga  Kartini Modern dari Lamongan: Lulusan S2 Tak Gengsi Jadi Tukang Jagal Ayam, Bukti Pendidikan Bukan Sekadar Gengsi

Penampilan ini tampak seperti siluet manusia yang bergerak di depan kamera, di mana terkadang hanya giginya yang terlihat kontras saat berbicara. Aksi ini segera menjadi pembicaraan hangat di komunitas game global. Banyak yang memuji langkah berani ini sebagai bentuk sarkasme cerdas untuk membuktikan bahwa dialah pemilik penuh atas tubuh dan citranya sendiri.

Meluruskan Spekulasi ‘Kaki Biru’

Melalui unggahan terbarunya, Zhazha juga memberikan penjelasan logis terkait kondisi kakinya yang sempat terlihat membiru dan ungu seperti bentuk pretzel. Ia menjelaskan bahwa hal itu bukan disebabkan oleh tekanan pakaian atau posisi duduk yang dipaksakan, melainkan murni faktor teknis di lokasi syuting.

  • Suhu Ruangan Ekstrem: Studio tempatnya bekerja baru saja memasang sistem pendingin udara ganda yang sangat dingin untuk keperluan ventilasi, yang menyebabkan perubahan warna kulit pada kakinya.
  • Profesionalitas Kamera: Mengenai posisi duduk silang yang terus-menerus, Zhazha menjelaskan bahwa itu dilakukan demi menjaga estetika visual di depan kamera. Begitu kamera tidak menyorotnya, ia akan segera mengistirahatkan kakinya agar tetap nyaman.
Baca Juga  Rahasia Kecantikan Abadi Elizabeth Hurley: Ritual Sederhana Tanpa Biaya di Usia 60 Tahun

Di akhir pernyataannya, Zhazha menyampaikan permohonan maaf jika aksinya menyinggung pihak tertentu, termasuk isu sensitif yang mungkin muncul dari pilihan estetikanya. Ia mengajak publik untuk lebih rasional dalam memberikan penilaian dan tidak mudah terhasut oleh rumor yang tidak berdasar.

“Aku hanyalah orang biasa yang bekerja dengan tekun dan hanya ingin memberikan penjelasan yang baik serta melakukan pekerjaanku dengan profesional,” pungkasnya. Aksi Zhazha ini menjadi pengingat bagi industri kreatif bahwa batasan antara ekspresi pribadi dan tuntutan publik sering kali menjadi garis tipis yang penuh dengan tantangan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com