Inspiratif! Pasangan Bandung Ini Viral Usai Pilih Nikah di KUA dengan 27 Tamu Demi Tabungan Masa Depan
Senin, 13 Apr 2026 14:49 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk tren pesta pernikahan mewah yang sering kali menguras kantong, sebuah kisah inspiratif datang dari sudut Kota Bandung. Pasangan muda, Penny Dewanti Iriany (26) dan Ghiffary (28), mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah membagikan momen bahagia mereka yang jauh dari kesan glamor namun sarat akan makna.
Keduanya memilih untuk mengikat janji suci di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat. Tanpa dekorasi bunga yang megah atau gedung pertemuan yang luas, aura kebahagiaan justru terpancar kuat dari wajah pasangan ini. Melalui unggahan fotografer @romeophotography_inst, terlihat Penny tampil anggun dalam balutan kebaya putih bergaya baju kurung Melayu lengkap dengan veil tipis yang menjuntai manis. Sementara Ghiffary tampak gagah dengan setelan jas hitam klasik.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah saat mereka berpose santai di halaman KUA dengan latar belakang deretan sepeda motor yang terparkir. Tidak ada rasa canggung, yang ada hanyalah senyum lebar sembari memamerkan buku nikah sebagai bukti sahnya ikatan mereka. Keputusan untuk nikah di KUA ini ternyata bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah rencana matang yang sudah lama dipendam oleh Penny.
Mengutamakan Kenyamanan dan Kesederhanaan
Kepada tim redaksi, Penny mengungkapkan bahwa alasan utama mereka memilih konsep ini adalah faktor kenyamanan pribadi. Baginya dan sang suami, menjadi pusat perhatian di atas pelaminan selama berjam-jam bukanlah hal yang mereka dambakan. “Dari dulu saya memang ingin menikah di KUA saja. Suami juga merasa tidak nyaman jika harus menjadi ‘pajangan’ di pelaminan dan bertemu terlalu banyak orang,” tutur Penny dengan nada santai.
Meski niat baik ini sempat menemui jalan terjal karena keraguan dari pihak keluarga, Penny tidak menyerah. Sang ibu awalnya merasa keberatan mengingat banyaknya relasi dan kerabat yang perlu diundang. Namun, melalui pendekatan persuasif dan penjelasan yang logis, restu akhirnya berhasil dikantongi. “Setelah saya negosiasi dan menjelaskan pelan-pelan, akhirnya mama setuju. Kalau papa sejak awal tidak ada masalah,” tambahnya.
Privat dan Bermakna dengan 27 Tamu
Prosesi akad nikah yang sakral tersebut hanya dihadiri oleh 27 orang tamu undangan yang terdiri dari keluarga inti dan sahabat terdekat. Penny menekankan bahwa kehadiran orang-orang tercinta membuat suasana terasa jauh lebih hangat dan intim. Setelah urusan administrasi di KUA selesai, rombongan kecil ini tidak pulang ke rumah, melainkan beranjak menuju sebuah rumah makan yang telah dipesan sebelumnya untuk sesi ramah tamah yang santai.
Menariknya, persiapan untuk pernikahan minimalis ini hanya memakan waktu sekitar satu bulan. Mulai dari pengurusan berkas di KUA, mencari MUA, hingga memesan tempat makan, semuanya dilakukan secara efisien tanpa harus menguras banyak energi dan biaya besar.
Investasi untuk Masa Depan
Langkah berani pasangan asal Yogyakarta yang melangsungkan pernikahan di tanah kelahiran ini memiliki misi besar di baliknya. Alih-alih menghabiskan ratusan juta rupiah dalam satu malam untuk pesta resepsi, mereka memilih untuk mengalokasikan dana tersebut sebagai modal awal mengarungi bahtera rumah tangga.
“Uangnya kami simpan untuk melanjutkan hidup, mulai dari mengisi perlengkapan rumah, tabungan masa depan, hingga rencana liburan bersama,” jelas Penny. Fenomena ini seolah memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa esensi pernikahan terletak pada kesiapan membangun rumah tangga, bukan pada kemeriahan pesta sesaat. Bagi Anda yang sedang merencanakan hari bahagia, mungkin kisah Penny dan Ghiffary bisa menjadi referensi untuk memulai hidup hemat namun tetap berkesan.