Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ironi di Balik Sentebale: Pangeran Harry Menghadapi Gugatan Hukum dari Yayasan yang Didirikannya

Jurnal | kabarmalam.com
Sabtu, 11 Apr 2026 19:42 WIB
Ironi di Balik Sentebale: Pangeran Harry Menghadapi Gugatan Hukum dari Yayasan yang Didirikannya

Kabarmalam.com — Sebuah ironi pahit kini tengah menyelimuti kehidupan Pangeran Harry. Sosok yang dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu sosial ini justru harus berhadapan dengan hukum melawan lembaga yang ia bangun dengan keringat dan air matanya sendiri. Sentebale, yayasan amal yang didirikan Harry untuk menghormati warisan kemanusiaan mendiang ibunya, Putri Diana, secara resmi melayangkan gugatan atas dugaan pencemaran nama baik.

Gugatan ini didaftarkan pada Jumat, 10 April 2026, dan menyeret nama Pangeran Harry beserta mantan dewan wali (trustee), Mark Dyer, ke meja hijau. Berdasarkan dokumen yang diajukan ke High Court of England and Wales, pihak yayasan menuding Harry dan Dyer sebagai dalang atau ‘arsitek’ di balik serangkaian kampanye media yang dianggap sangat merugikan integritas organisasi.

Baca Juga  Tak Biasa! Luna Maya, Maxime & Cinta Laura Salat Id di Atas Yacht di Raja Ampat

Gelombang Cyberbullying dan Kerusakan Reputasi

Pihak Sentebale mengungkapkan bahwa kampanye media tersebut tidak hanya merusak citra publik mereka, tetapi juga memicu gelombang cyberbullying yang masif terhadap para pemimpin dan staf yayasan. Dalam pernyataan resminya, dewan pengurus menjelaskan bahwa narasi negatif yang beredar sejak Maret 2025 telah menciptakan gangguan operasional yang signifikan.

“Narasi yang tidak akurat ini telah merusak hubungan kami dengan para mitra dan staf. Kami terpaksa mengalihkan energi, waktu, dan sumber daya yang seharusnya untuk misi kemanusiaan, justru digunakan untuk memadamkan krisis reputasi yang tidak kami buat sendiri,” tulis pernyataan tersebut seperti yang dihimpun oleh tim redaksi kami.

Akar Konflik: Pecahnya Hubungan Internal

Konflik ini sebenarnya bukan terjadi secara tiba-tiba. Ketegangan internal dilaporkan telah memuncak sejak awal tahun 2025. Pada Maret 2025, Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso dari Lesotho memutuskan untuk mundur secara mendadak dari jajaran pimpinan Sentebale. Alasan yang mencuat saat itu adalah hubungan yang sudah “rusak dan tidak bisa diperbaiki” dengan ketua dewan saat itu.

Baca Juga  40 Inspirasi Kata Mutiara Hari Kartini 2026: Membangkitkan Semangat Perempuan Tangguh Indonesia

Pasca pengunduran diri tersebut, situasi justru semakin memanas dengan munculnya berbagai pemberitaan miring terkait tata kelola organisasi. Hal inilah yang kemudian memicu tindakan tegas dari pihak yayasan demi menjaga keberlangsungan misi mereka di Afrika.

Nasib 78.000 Anak di Afrika Selatan

Didirikan pada tahun 2006, Sentebale memiliki peran vital dalam menangani isu kesehatan mental, ketimpangan ekonomi, dan dampak perubahan iklim bagi generasi muda di Lesotho dan Botswana. Saat ini, terdapat sekitar 78.000 anak dan remaja yang menggantungkan harapan pada program-program yayasan ini.

Sentebale menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk menghentikan gangguan yang menghambat pelayanan mereka. Menariknya, pihak yayasan juga mengklarifikasi bahwa seluruh biaya gugatan hukum ini tidak menyentuh dana donasi sepeser pun, melainkan didanai oleh pihak eksternal.

Baca Juga  Sinopsis Film Golden Job: Reuni Geng Ikonik Hong Kong dalam Misi Perampokan Berujung Pengkhianatan

Hingga laporan ini diturunkan, pihak Pangeran Harry belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan serius ini. Publik kini menanti bagaimana akhir dari sengketa hukum antara sang pangeran dan yayasan yang menjadi simbol penghormatan bagi ibunya tersebut.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com