Waspada! Gempa M7,6 Guncang Ternate dan Manado Picu Tsunami Kecil, Ini Penjelasan BMKG
Jumat, 03 Apr 2026 10:37 WIB
Kabarmalam.com – Wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik hebat berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan dahsyat ini terjadi akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.
Penyebab dan Mekanisme Gempa
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, fenomena ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi,” ungkap Rahmat dalam laporan resminya.
Warga Panik, Getaran Terasa Hingga Gorontalo
Dahsyatnya guncangan membuat warga di berbagai daerah berhamburan keluar rumah. Berikut adalah dampak intensitas gempa yang dirasakan:
- Kota Ternate: Skala V-VI MMI (Penduduk terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh, kerusakan ringan).
- Kota Manado & Ibu: Skala V MMI (Hampir semua penduduk terbangun).
- Gorontalo & Bone Bolango: Skala III MMI (Getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk berlalu).
- Pohuwato: Skala II-III MMI (Benda ringan yang digantung bergoyang).
Sempat Berpotensi Tsunami
Hasil pemodelan BMKG sempat mengeluarkan status siaga tsunami untuk wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, hingga Minahasa. Berdasarkan pantauan alat pemantau tinggi muka air laut (Tide Gauge), tsunami memang sempat terdeteksi di beberapa lokasi, di antaranya:
- Minahasa Utara: Ketinggian 0,75 meter.
- Belang: Ketinggian 0,68 meter.
- Sidangoli: Ketinggian 0,35 meter.
- Halmahera Barat: Ketinggian 0,30 meter.
- Bitung: Ketinggian 0,20 meter.
Belasan Gempa Susulan Terjadi
Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG memonitor adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan magnitudo terbesar mencapai M5,5. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi untuk menghindari isu yang tidak bertanggung jawab.