Waspada! Gempa Bitung 7,6 M Picu Tsunami, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak
Jumat, 03 Apr 2026 08:17 WIB
Kabarmalam.com – Gempa tektonik berkekuatan besar magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa guncangan dahsyat ini telah memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir sekitar pusat gempa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,25 Lintang Utara (LU) dan 126,25 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 62 kilometer.
Deteksi Gelombang Tsunami
Berdasarkan pantauan sistem peringatan dini, gelombang tsunami setinggi 0,3 meter terdeteksi menyentuh wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB. Tak lama berselang, wilayah Bitung juga mencatat kenaikan permukaan laut setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.
“Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” tegas Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Kepanikan Warga dan Dampak Kerusakan
Guncangan hebat dirasakan selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Getaran juga terasa kuat hingga ke Kota Ternate, Maluku Utara, yang memicu kepanikan luar biasa hingga warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejauh ini, BNPB mencatat beberapa dampak kerusakan awal di Kota Ternate, di antaranya:
- Satu unit tempat ibadah rusak di Kecamatan Pulau Batang Dua.
- Dua unit rumah warga di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Hingga pukul 07.00 WIB, telah terjadi dua kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 dan 5,2. Meskipun gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami, pendataan dampak kerusakan di Kota Bitung masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta menjauhi area pantai dan tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan struktur sebelum ada pernyataan resmi mengenai keamanan wilayah dari pihak berwenang.