Iran Terancam Kembali ke Zaman Batu? Trump Klaim Kemenangan AS Sudah di Depan Mata!
Kamis, 02 Apr 2026 20:37 WIB
Kabarmalam.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait perkembangan operasi militer di Iran. Trump mengklaim bahwa tujuan strategis utama Amerika Serikat dalam konflik tersebut sudah hampir selesai sepenuhnya.
Klaim Kemenangan Cepat Operasi Epic Fury
Dalam pidatonya mengenai Operasi Epic Fury, Trump menyatakan bahwa militer AS telah meraih kemenangan yang cepat dan menentukan selama empat pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga semua tujuan tercapai dalam waktu dekat.
“Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujar Trump dengan nada tegas.
Ketegangan yang Memuncak dan Korban Jiwa
Konflik bersenjata ini mulai memanas sejak akhir Februari, setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar yang menewaskan lebih dari 1.340 orang di pihak Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke pangkalan militer AS di wilayah Teluk.
Hingga saat ini, tercatat 13 personel militer AS tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Trump berkomitmen untuk menyelesaikan misi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap para prajurit yang gugur di medan tempur.
Ancaman Terhadap Pembangkit Listrik dan Ladang Minyak
Meski mengklaim jalur diplomasi masih terbuka, Trump memberikan peringatan keras. Jika kesepakatan tidak tercapai, AS mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur pembangkit listrik di Iran. Ia juga menyebut ladang minyak Iran sebagai target mudah yang bisa dilenyapkan kapan saja.
“Kami belum menyerang ladang minyak mereka karena itu tidak memberi mereka peluang bertahan. Namun, kami bisa melakukannya dan itu akan hilang seketika,” tambahnya.
Nasib Selat Hormuz
Terkait keamanan energi dunia, Trump menyatakan bahwa AS kini tidak lagi bergantung pada impor minyak melalui Selat Hormuz. Ia menyebut Iran telah hancur secara ekonomi dan militer, serta mendesak negara-negara lain untuk berani mengambil tindakan dalam menjaga jalur pelayaran internasional tersebut.