Enggan Pensiun di Usia 70 Tahun, Mpok Atiek Ungkap Tubuhnya Malah Ambruk Jika Berhenti Bekerja
Minggu, 28 Jun 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Memasuki usia senja sering kali dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menarik diri dari hiruk-pikuk pekerjaan dan menikmati masa tua dengan tenang. Namun, filosofi hidup ini tampaknya tidak berlaku bagi sosok komedian senior kenamaan, Mpok Atiek. Di usianya yang kini telah menyentuh angka 70 tahun, pemilik nama asli Atiek Riwayati ini justru menegaskan bahwa panggung hiburan adalah napas hidupnya yang tidak bisa dihentikan begitu saja.
Meski anak-anaknya telah hidup mapan dan berulang kali memintanya untuk beristirahat total, Mpok Atiek mengaku ada dorongan batin yang membuatnya tetap ingin produktif. Baginya, berdiam diri tanpa aktivitas justru menjadi ancaman bagi kesehatannya. Keputusan untuk tetap eksis di dunia hiburan bukan lagi semata-mata soal materi, melainkan tentang menjaga keseimbangan jiwa dan raga.
Permintaan Anak Agar Istirahat Total
Mpok Atiek menceritakan bagaimana anak-anaknya kerap membujuknya untuk segera meninggalkan dunia akting dan komedi. Dengan nada penuh kasih, anak-anaknya menjamin seluruh kebutuhan hidup sang ibu agar ia bisa fokus beribadah dan menikmati waktu santai di rumah tanpa perlu memikirkan pekerjaan lagi.
“Anak-anak bilang, ‘Sudah Mama istirahat saja di rumah. Kita semua bantu setiap bulannya untuk kebutuhan Mama. Mama tinggal ongkang-ongkang kaki saja, salat, bangun, salat malam, tahajud, makan, dan olahraga’,” ujar Mpok Atiek saat ditemui awak media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Sakit Saat Berhenti Beraktivitas
Namun, nasihat anak-anaknya itu ternyata sulit untuk dijalankan. Mpok Atiek mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba menuruti permintaan tersebut dan menetap di rumah selama beberapa waktu. Hasilnya justru mengejutkan; bukannya merasa segar, tubuhnya malah terasa lemas dan jatuh sakit. Kondisi ini membuktikan bahwa gaya hidup sehat baginya adalah dengan tetap bergerak aktif.
“Dicoba nggak sampai seminggu, eh malah sakit. Memang dari muda sudah biasa banting tulang, berjuang dari nol besar. Jiwa ini rasanya terus menuntut untuk produktif,” tuturnya dengan semangat yang masih membara. Komedian kelahiran Cirebon ini merasa bahwa ritme kerja keras yang sudah mendarah daging sejak usia muda telah membentuk metabolisme tubuh yang unik.
Bekerja Sebagai Terapi Mental
Bagi Mpok Atiek, setiap momen di lokasi syuting atau saat bertemu banyak orang adalah bentuk terapi fisik dan mental. Ia merasa kebahagiaan yang didapat dari berinteraksi dengan rekan sejawat dan penggemar jauh lebih manjur daripada obat mana pun. Hal inilah yang akhirnya membuat anak-anaknya luluh dan memberikan izin kepadanya untuk tetap aktif selama kondisi fisiknya memungkinkan.
“Kalau Mpok nggak punya kegiatan, Mpok sakit. Percaya atau tidak, kalau cuma di rumah doang, badan rasanya nggak enak semua. Padahal alhamdulillah, anak-anak semua sudah mapan,” pungkasnya menutup pembicaraan. Kisah Mpok Atiek ini menjadi inspirasi tentang bagaimana produktivitas dan rasa bahagia dalam bekerja mampu menjadi kunci kesehatan mental serta fisik di usia lanjut.